Partager:

JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meminta Pemprov DKI menindaklanjuti hasil reses para anggota dewan untuk dituangkan dalam rencana kerja pembangunan daerah (RKPD).

Hal ini diungkapkan Khoirudin dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) DKI Jakarta Tahun 2026 tingkat kota/kabupaten. Musrenbang ini memuat usulan-usulan dari perangkat daerah.

"DPRD ingin memastikan bahwa hasil reses yang merupakan rangkuman usulan masyarakat dari seluruh dapil, seluruh Dewan, dapat dipastikan masuk ke dalam rencana pembangunan pada tahun depan," kata Khoirudin di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 21 Maret.

Menurut Khoirudin, hasil reses DPRD DKI patut dijadikan dasar penyusunan program kerja Pemprov DKI karena hal itu merupakan penampungan aspirasi masyarakat dari tiap daerah pemilihan (dapil).

"(Hasil reses) tahun ini, ya akan dilaksanakan tahun depan. Jangan sebatas seremonial, jangan cuma ditaruh di dalam laci, tapi tidak ditindaklanjuti," tutur Khoirudin.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta ini mencontohkan, salah satu hasil reses yang ditampung DPRD adalah penyempitan jalan di Jalan RS Fatmawati Raya, Jakarta Selatan, tepatnya dari Rumah Sakit Fatmawati hingga One Belpark Mall. Menurutnya, perlu penyelesaian atas masalah tersebut.

"Ini keluhan banyak orang. Memang ketika pagi dan sore, ini crowded luar biasa. Alhamdulillah saya bahagia, Pak Gubernur langsung menjawab, dan mudah-mudahan terrealisasi di tahun depan," jelasnya.

Melanjutkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan musrenbang RKPD tahun 2026 harus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk mendukung percepatan pembangunan menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

"Tema musrembang adalah transformasi Jakarta kota global, penguatan infrastruktur, layanan dasar, dan fondasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan," ungkap Pramono.

Salah satunya, Pemprov DKI akan akan membangun rumah sakit umum daerah (RSUD) berskala internasional di daerah Cakung, Jakarta Timur. Pramono meminta pembangunan RSUD bertaraf internasional ini dimulai lebih cepat. Menurutnya, peletakan batu pertama konstruksinya dilaksanakan pada tahun 2025.

"Saya minta untuk tahun ini bisa dilakukan ground breaking dan pembangunan. Karena secara prinsip sudah bisa dilakukan," ujar Pramono.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+