PBB Sebut Operasi Kemanusiaan di Gaza Tetap Dibatasi Meski Ada Gencatan Senjata
JAKARTA - Operasi kemanusiaan di Jalur Gaza tetap sangat terbatas meskipun gencatan senjata sedang berlangsung, kata seorang juru bicara PBB pada Hari Kamis, mengutip pembatasan yang terus berlanjut dari Israel dan infrastruktur yang rusak.
"Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan peningkatan operasi kemanusiaan terus berlanjut di bawah gencatan senjata, tetapi tetap dibatasi oleh pembatasan yang berkelanjutan dan hambatan lainnya," kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq dalam sebuah konferensi pers di New York, Amerika Serikat, melansir WAFA 31 Oktober.
Menurut OCHA, konvoi bantuan telah berulang kali menerima perintah pengalihan rute dari Israel selama tiga hari berturut-turut, yang memaksa mereka untuk menggunakan Koridor Philadelphia di sepanjang perbatasan dengan Mesir sebelum bergerak ke utara melalui Jalan Pesisir yang sempit dan sangat padat.
"Jalan ini sempit, rusak, dan sangat padat. Pergerakan tetap lambat, bahkan setelah Program Pangan Dunia memperbaiki jalan tersebut. Penyeberangan tambahan dan rute internal diperlukan untuk memperluas pengumpulan dan respons," jelas Haq.
Beralih ke Tepi Barat yang diduduki, Haq mencatat Ramiz Alakbarov, Wakil Koordinator Khusus dan Koordinator Kemanusiaan untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, melakukan kunjungan lapangan ke wilayah Ramallah untuk menyoroti tantangan yang dihadapi para petani selama musim panen zaitun.
"Sejauh ini bulan ini, 126 serangan pemukim terkait panen zaitun telah menyebabkan korban jiwa atau kerusakan di 70 desa," ungkap Haq, mengutip data OCHA per Senin.
VOIR éGALEMENT:
Ia menambahkan, para petani telah diserang, tanaman dan peralatan mereka dicuri, dan lebih dari 4.000 pohon zaitun dirusak, menyebabkan setidaknya 124 warga Palestina terluka.