Drone Belasan Juta Hilang saat Diantar Kurir, J&T Tawarkan Gant Rugi Ongkir Rp260 Ribu
DEPOK – Sebuah drone seharga Rp18 juta hilang saat dikirim dari Depok, Jawa Barat menuju Karawang, Jawa Barat. Diduga, drone tersebut dicuri oleh pekerja dari kurir J&T yang mengurus pengiriman.
Aminx Sharma, teknisi drone, menjelaskan bahwa pengiriman drone dilakukan seperti biasa tanpa kendala pada Kamis, 13 Maret 2025. Namun, masalah muncul ketika paket sampai di rumah penerima, Fendi, pada Jumat, 14 Maret 2025. Paket tersebut diterima oleh istri Fendi, karena Fendi sedang bekerja.
"Saat diterima, istrinya langsung menghubungi suaminya karena merasa kardusnya terlalu ringan," ujar Aminx Sharma saat dikonfirmasi, Senin, 24 Maret.
Atas permintaan Fendi, istrinya membuka kardus tersebut sambil merekamnya dalam video. Ternyata, kardus itu kosong.
Fendi kemudian menghubungi Aminx Sharma dan juga melaporkan masalah tersebut ke outlet J&T Ekspres. Aminx berharap ada tanggung jawab dari J&T.
VOIR éGALEMENT:
Namun, J&T hanya menawarkan kompensasi berupa ganti rugi sebesar 10 kali biaya ongkos kirim, yaitu Rp260 ribu.
"Mereka hanya memberikan ganti ongkir 10 kali lipat sebesar Rp260 ribu. Tapi bos saya bilang akan mengurus kasus ini," ucap Aminx.
Aminx juga menyebut bahwa outlet J&T di Depok dan Karawang saling menyalahkan, seolah tidak ada yang mau bertanggung jawab.
"Mereka saling menyalahkan. Outlet Depok menyalahkan Karawang, dan sebaliknya. Mereka bahkan mempertanyakan apakah benar yang dikirim adalah drone," kata Aminx.
Hingga kini, pihak penjual masih menunggu itikad baik dari kurir J&T Ekspres terkait kasus hilangnya drone yang bernilai puluhan juta rupiah tersebut.
"Kami masih menunggu. Owner saya juga sedang mengurusnya," pungkasnya.