Ketua MPR Minta Kecelakaan Bus yang Sebabkan 6 Jamaah Umroh Diinvestigasi

JAKARTA - Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan dukacita mendalam bagi enam jamaah umroh Indonesia yang menjadi korban kecelakaan bus di Arab Saudi. Muzani mengatakan, berita tersebut tentu menjadi kabar yang mengejutkan bagi masyarakat Tanah Air. 

"Berita tentang kecelakaan bus yang dijalani oleh jamaah umrah kita dari Mekkah menuju Madinah sampai memakan korban 6 WNI yang sedang menjalankan ibadah umrah, tentu saja berita yang sangat mengagetkan. Karena itu kami semua ikut berbelasungkawa dan memberi hormat dan simpati yang besar kepada mereka yang wafat dalam perjalanan umrah di Tanah Suci," ujar Muzani usai melepas mudik gratis di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Jumat, 21 Maret.

Menurut Muzani, kecelakaan itu semestinya tidak terjadi apabila dilakukan pengecekan kendaraan dengan standar yang tinggi. Ia pun meminta pihak terkait melakukan investigasi mengenai kecelakaan tersebut. 

"Saya tahu bahwa bus bus yang digunakan oleh jamaah umrah di Saudi Arabia biasanya menggunakan standar yang cukup tinggi, tapi saya kira itu perlu dilakukan investigasi apa yang menyebabkan kecelakaan tersebut," katanya.

"Apakah ada kelalaian dari pengemudi, apakah ada standar yang dihilangkan dari kendaraan yang akan digunakan untuk menjalankan atau mengangkut jamaah umrah dari Mekkah ke Madinah, atau ada penyebab-penyebab lain. Penyelidikan dan investigasi menurut kami perlu dilakukan," sambung Muzani.

Muzani menilai, investigasi dilakukan guna mendapatkan kejelasan bagi penyelenggara umroh dan haji, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan tentang penyebab kecelakaan yang menyebabkan enam jamaah meninggal dunia. 

"Kami harap keluarga bisa menerima kejadian ini dengan ikhlas dn tabah, kuat dalam menjalankan ujian yang berat ini. Dann kami berharap keluarga yang selamat bisa segera dievakuasi dan bisa dirawat di rumah sakit di sekitar Arab Saudia," pungkas Sekjen Gerindra itu. 

Diberitakan, bus yang mengangkut jemaah umrah warga negara Indonesia (WNI) terlibat kecelakaan di Wadi Qudeid, Arab Saudi, pada Kamis, 20 Maret, siang waktu setempat.

Sebanyak 20 jemaah asal Indonesia menjadi korban dalam insiden yang terjadi sekitar 150 kilometer dari Kota Jeddah ini. Enam orang diantaranya meninggal dunia dan 14 lainnya luka-luka.

"KJRI Jeddah segera mengirimkan Tim Pelindungan WNI ke lokasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, Rumah Sakit, Tour Leader, Perwakilan Kementerian Haji, Muassasah dan Perusahaan Bus serta memastikan kondisi korban," ucap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 21 Maret.