JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami) melihat cabang olahraga (cabor) tarung campuran atau mixed martial arts (MMA) memiliki potensi untuk berkembang pesat di Indonesia pada masa mendatang.

Ketua Umum PP Pertacami Tommy Paulus Hermawan mengatakan bahwa seni bela diri campuran merupakan salah satu cabang olahraga yang sebenarnya jauh lebih aman terutama di kelompok usia jika dibandingkan dengan beberapa olahraga bela diri lainnya.

"Dan MMA di Indonesia juga cukup berkembang dan saya rasa ke depan MMA di Indonesia bisa sangat mengukir prestasi," ujarnya di Bogor setelah pembukaan Kejuaraan Nasional Pertacami pada Jumat, 19 Juni 2026.

Tommy menjelaskan bahwa Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertacami yang akan berlangsung sampai Minggu, 20 Juni 2026, menjadi salah satu wadah bagi para atlet MMA di Indonesia untuk menyalurkan kemampuan sekaligus membuktikan hasil latihan mereka.

Selain itu, ajang tersebut juga menjadi bagian dari proses pencarian bakat untuk mempersiapkan atlet-atlet yang akan memperkuat Indonesia di berbagai kejuaraan internasional di masa-masa mendatang.

"Ini adalah Kejurnas kedua PB Pertacami. Salah satu tujuan kami supaya para atlet di Indonesia, terutama atlet MMA, punya tempat untuk menyalurkan bakat mereka dan membuktikan hasil latihan mereka," kata Tommy.

Ia lebih lanjut mengatakan bahwa para atlet terbaik dari Kejurnas Pertacami akan dipantau untuk masuk dalam kandidat pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Berapa jumlah atlet yang akan dipilih nanti menunggu hasil evaluasi dari tim pelatih dan pencari bakat.

"Kalau terakhir yang kemarin sekitar 40 atlet. Kalau kali ini rasanya mungkin bisa lebih. Nanti dari para juara ini akan kita lihat. Para pelatih sudah kami sebar semua untuk mencari bakat terbaik," ujarnya.

Kejurnas Pertacami edisi kedua ini diikuti oleh sekitar 128 atlet yang berasal dari 51 klub dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlab itu, sebanyak 58 atlet berasal dari kelompok junior dan 70 atlet dari kategori senior

Secara keseluruhan ada 12 provinsi yang ikut ambil bagian di dalam ajang yang bertujuan sebagai pembinaan atlet MMA nasional itu. Para peserta akan bertanding dalam empat kategori (senior, U-18, U-16, dan U-14) dengan 21 nomor pertandingan.

Dari penyelenggaraan Kejurnas ini, Pertacami pun berharap dapat memperluas basis pembinaan nasional sekaligus menemukan generasi baru atlet yang kelak akan membawa nama Indonesia berkibar di panggung Asia dan dunia.

"Di antara ratusan atlet tersebut, mungkin ada calon juara dunia berikutnya, ungkin juga ada atlet yang suatu hari akan menjadi bagian dari perjalanan MMA menuju panggung olahraga terbesar di dunia. Untuk kami, itulah makna sebenarnya dari ajang ini," tutup Tommy.

Selain membangun prestasi, Tommy juga memiliki impian agar MMA dapat menjadi bagian dari budaya positif di Indonesia. Menurutnya, olahraga tersebut dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan emosi melalui jalur yang lebih terarah.

"Kami mengimpikan ke depan di Indonesia bisa ada semacam budaya MMA. Kalau anak muda punya masalah, bisa disalurkan melalui klub, dengan aturan yang jelas, dengan pelindung yang jelas," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan di kancah internasional.

Atlet-atlet binaan Pertacami tercatat berhasil meraih gelar juara pada GAMMA World Championships 2024 dan 2025, meraih satu medali emas dan enam medali perak pada SEA Games Thailand 2025, serta satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu pada Asian Youth Games Bahrain 2025.

PB Pertacami terdekat akan menghadapi ajang Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya, Jepang, pada 19 September sampai 4 Oktober. Sejauh ini sudah ada empat atlet yang mengamankan tiket dan tiga masuk daftar.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+