JAKARTA - Ancaman terbaru dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran untuk memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudiditekankan Uni Eropa membahayakan stabilitas kawasan.

“Ini merupakan eskalasi yang berbahaya," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dilansir dari CNN, Kamis, 23 Juli.

Kallas mendesak Houthi untuk menghentikan segala tindakan yang membahayakan pelayaran internasional dan keselamatan para pelaut.

Kelompok militan tersebut mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah pada Kamis, menyusul pengumuman mereka pada Senin, 20 Juli, mengenai blokade laut terhadap kapal-kapal Saudi—langkah yang berisiko membuka front baru dalam konflik yang melibatkan Iran.

"Serangan terhadap kapal tanker minyak di Laut Merah itu tidak dapat diterima, melanggar hukum, dan semakin memperparah situasi yang sudah rentan di kawasan tersebut. Pelayaran harus berjalan tanpa hambatan, baik di Selat Hormuz maupun di Laut Merah," ujar Kallas.

Kelompok Houthi sebelumnya mengidentifikasi diua kapal yang diserang sebagai Encelia dan Layla. Menurut badan pelacak lalu lintas laut MarineTraffic, kedua kapal tersebut berbendera Arab Saudi.

MarineTraffic menyatakan Layla (yang diidentifikasi melalui nomor unik International Maritime Organization/IMO 9336098) tercatat sebagai kapal tanker minyak mentah yang sedang bermuatan. Sedangkan Encelia (IMO 9240172) diidentifikasi sebagai kapal tanker produk minyak yang juga sedang bermuatan.

Kapal-kapal tersebut diserang dalam insiden terpisah di lokasi sekitar 70 mil laut (sekitar 80 mil) dari lepas pantai Arab Saudi, demikian disampaikan oleh perusahaan konsultan risiko maritim Marisks pada Kamis.

Marisks menyebutkan Encelia mengalami kerusakan setelah terkena proyektil, sementara Layla juga menjadi sasaran serangan.

Citra satelit dari NASA tampaknya memperlihatkan kapal Encelia sedang terbakar di Laut Merah.

"Insiden-insiden ini tampaknya merupakan penerapan pertama dari blokade maritim terhadap Arab Saudi yang baru saja diumumkan oleh kelompok Houthi," ujar Marisk dilansir dariCNN.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+