JAKARTA - Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan kembali komitmen Iran terhadap program nuklir damai, menekankan Niat negara tersebut untuk memperluas industri nuklir semata-mata untuk memenuhi kebutuhan publik dan meningkatkan kesejahteraan nasional, bukan untuk mengembangkan senjata.
Dalam kunjungannya ke Organisasi Energi Atom Iran pada Hari Minggu, Presiden Pezeshkian menyatakan penyesalannya atas propaganda luas yang ditujukan pada kegiatan nuklir damai Iran.
Ia menunjukkan, kampanye ini secara keliru mengaitkan teknologi nuklir hanya dengan produksi bom atom di benak publik, dikutip dari IRNA 3 November.
Presiden Pezeshkian menekankan, industri nuklir mencakup berbagai kapasitas ilmiah dan industri.
Membuat bom, kata Presiden Pezeshkian hanyalah bagian kecil, tidak proporsional dan tidak manusiawi dari bidang ini, sementara sisanya melayani kebutuhan dasar manusia.
Presiden Pezeshkian menambahkan, kekuatan agresif berusaha untuk merampas teknologi canggih dari negara-negara merdeka, termasuk Iran, dengan tujuan untuk mempertahankan negara-negara yang bergantung pada teknologi pada tingkat industri perakitan.
Dikatakan, pembunuhan ilmuwan Iran terjadi karena ketakutan beberapa negara terhadap kemandirian ilmiah dan teknologi Iran.
Diketahui, Iran berulang kali dituduh mengembangkan senjata nuklir, dengan program pengayaan uranium negara itu disebutkan telah mencapai 60 persen atau mendekati level pemuatan senjata nuklir.
Juni lalu, Israel terlibat saling serang dengan Iran selama 12 Hari. Israel menyasar sejumlah fasilitas, pejabat dan ilmuwan terkait program nuklir Iran. Belakangan, Amerika Serikat melancarkan serangan ke tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz dan Isfahan.
Akhir bulan lalu, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan pada Hari Rabu, Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, menepis apa yang disebutnya sebagai salah kutip posisi badan tersebut secara terus-menerus.
Berbicara di markas besar PBB di New York, ia mengatakan Teheran "tidak, dan tidak pernah," sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir.
"Saya ingin memperjelas hal ini," tegasnya, melansir Arab News.
"Kami sering salah dikutip tentang hal ini dan orang-orang mengatakan bahwa kami telah mengatakan hal-hal yang tidak pernah kami katakan," tandasnya.
SEE ALSO:
Grossi, yang telah memimpin badan pengawas nuklir PBB sejak 2019, mengatakan kerja sama antara Iran dan IAEA telah berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir akibat perkembangan politik. Tetapi, Teheran tetap menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
"Saya telah berulang kali memberi tahu rekan-rekan kami di Iran bahwa mengurangi kerja sama bukanlah respons yang tepat," ungkapnya.
"Namun saya pikir merupakan langkah bijak bahwa mereka telah menegaskan bahwa mereka tidak akan meninggalkan NPT," tandasnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)