JAKARTA - Seorang pria Inggris berusia 32 tahun yang menikam beberapa penumpang di kereta api di Inggris timur tidak dikenal oleh polisi antiterorisme atau dinas keamanan.
Serangan pada Sabtu malam—yang menurut polisi tidak diperlakukan sebagai terorisme—menyebabkan 11 orang terluka, termasuk seorang awak kereta yang masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis namun stabil.
Lima korban luka telah dipulangkan dari rumah sakit pada Minggu malam.
Menteri Perhubungan Heidi Alexander mengatakan kepada Times Radio pada Senin, 3 November, tersangka yang ditangkap atas dugaan percobaan pembunuhan, belum dilaporkan ke otoritas antiterorisme sebelum serangan.
"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa dia tidak dikenal oleh polisi antiterorisme, dia tidak dikenal oleh dinas keamanan," kata Alexander dilansir Reuters.
SEE ALSO:
Kepolisian Transportasi Inggris mengatakan petugas merespons dalam waktu delapan menit setelah panggilan darurat pertama. Pisau ditemukan di tempat kejadian dan rekaman CCTV yang ditinjau oleh detektif menunjukkan seorang awak kereta turun tangan untuk menghentikan penyerang.
"Dia benar-benar menempatkan dirinya dalam bahaya," kata Alexander. "Akan ada orang-orang yang hidup hari ini karena tindakannya,” sambungnya.
Tersangka ditangkap setelah kereta api berhenti darurat di Huntingdon, sekitar 128 kilometer di utara London. Pihak berwenang mengatakan mereka tidak sedang mencari orang lain terkait insiden tersebut.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)