JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi, mengungkapkan serangan terhadap tenaga pendidik dan kesehatan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat kemarin dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Elkius Kobak.
Kelompok ini sebelumnya meminta sejumlah uang kepada tenaga pengajar.
"Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, mereka melakukan aksi kekerasan, membunuh, menganiaya enam guru, membakar gedung sekolah dan rumah guru, serta menimbulkan ketakutan di masyarakat," ujar Kristomei dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin 24 Maret.
Kristomei menegaskan TNI berkomitmen melindungi masyarakat, terutama tenaga pendidik dan kesehatan di daerah terpencil.
"TNI telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban, mengamankan wilayah, dan mendukung pemulihan situasi pascatindakan biadab dan pengecut dari OPM," tegasnya.
Sebagai respons cepat atas serangan OPM pimpinan Elkius Kobak tersebut, TNI dan aparat terkait berhasil mengevakuasi 42 tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari Yahukimo ke Jayapura.
"Keberadaan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Papua sangat penting bagi kemajuan dan masa depan masyarakat setempat," tambahnya.
Selain evakuasi, TNI meningkatkan pengamanan di wilayah rawan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menindak tegas para pelaku serangan.
SEE ALSO:
"TNI akan terus mendukung perlindungan mereka serta memastikan keamanan di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan," ujar Kristomei.
Ia menegaskan TNI tidak akan tinggal diam terhadap aksi OPM pimpinan Elkius Kobak yang mengancam keselamatan warga sipil dan stabilitas keamanan di Papua.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)