JAKARTA - Wahana Musik Indonesia (WAMI) sebagai Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) terbesar yang beroperasi di Indonesia, mengumumkan perubahan model yang dilakukan dalam mendistribusikan royalti kepada para penulis lagu yang menjadi anggotanya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, WAMI akan mendistribusikan royalti kepada anggota sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada Maret, Juli dan November.

Keputusan ini diambil untuk meningkatkan efisiensi serta optimalisasi pengelolaan dana royalti bagi para pemilik hak cipta. Sistem distribusi baru ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal.

Tidak hanya itu, Adi Adrian (KLa Project) selaku Presiden Direktur WAMI menuturkan, pihaknya juga menetapkan pembagian royalti minimum bagi semua anggota yang tergabung sebelum 31 Desember 2024, dengan nilai sebesar Rp500 ribu nett per anggota.

Hal ini dilakukan untuk memberi kompensasi bagi penulis lagu yang karyanya tidak berhasil teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik.

“Ini adalah salah satu cara WAMI untuk membagikan royalti secara adil, sambil kita juga terus berbenah diri”, ujar Adi Adrian melalui siaran pers, Selasa, 25 Maret.

Di samping itu, LMK yang didirikan pada tahun 2006 ini juga mengumumkan beberapa nama komposer yang masuk dalam 50 besar penerima royalti pada distribusi periode Maret 2025.

Mohamad Indra Gerson jadi nama teratas dengan perolehan royalti sebesar Rp730,8 juta. Selain itu, ada Melly Goeslaw yang mendapat royalti sebesar Rp559,9 pada Maret ini.

Selanjutnya, ada nama-nama lain – seperti Eross Candra, Ade Govinda, Doel Sumbang, Thomas Arya, Kohar Kahler – meski tidak disebut berapa besarannya.

WAMI juga membayarkan royalti ke beberapa ahli waris pencipta lagu, antara lain ahli waris almarhum Tony Koeswoyo yang masuk ke dalam 20 besar penerima royalti.

Adapun, pendistribusian royalti kali ini merupakan hasil penghimpunan royalti performing rights sebesar 96 miliar rupiah. Hasil tersebut berasal dari penggunaan digital, non-digital dan overseas.

“Kami percaya bahwa perubahan ini akan memberikan dampak positif bagi para anggota WAMI dalam jangka panjang. Dengan terus berbenah diri, memperbaiki data, kami berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih untuk anggota,” pungkas Adi.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)