JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, pemerintah terus mematangkan strategi dalam bernegosiasi untuk menghadapi kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Untuk menbahas hal tersebut, saya menghadiri undangan Menko Perekonomian Bapak Airlangga Hartarto bersama menteri terkait lainnya,” tulis Budi dikutip dari Instagram resmi @budisantosofficial, Senin, 14 April.

Dia bilang, pemeritah saat ini terus berupaya agar kepentingan kedua negara terakomodir dengan baik.

“Serta semakin mendorong peningkatan perdagangan AS dan Indonesia,” tulis Budi.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan Indonesia berkomitmen untuk menempuh jalur diplomasi dan negosiasi, merespons penerapan tarif unilateral Amerika Serikat (AS).

Adapun kebijakan tersebut diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025 yang kemudian ditangguhkan implementasinya oleh Pemerintah AS pada 9 April 2025.

Budi mengatakan, Pemerintah Indonesia memilih pendekatan ini untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

Menurut dia, pemberian tarif balasan akan mengeskalasi situasi dan hanya akan merugikan masyarakat serta negara-negara yang terlibat.

“Indonesia tetap berkomitmen penuh untuk menempuh jalur diplomasi dan negosiasi demi mencari solusi saling menguntungkan,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat, 11 April.

Selain itu, Budi mengatakan Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya berkomitmen untuk menempuh jalur diplomasi dan negosiasi, merespons penerapan tarif unilateral AS.

Hal ini dimenjadi keputusan bersama dalam pertemuan Khusus Para Menteri Ekonomi ASEAN atau Special ASEAN Economic Minister Meeting yang berlangsung secara daring, pada Kamis, 10 April.

“Bersama-sama kami menyepakati Joint Statement bahwa ASEAN akan mengedepankan langkah diplomasi dan negosiasi. Serta tidak akan melakukan tindakan balasan,” ucapnya.

Selain itu, kata Budi, para Menteri Ekonomi ASEAN juga berkomitmen untuk menjaga kepentingan ekonomi ASEAN serta hubungan dagang yang kuat dan saling menguntungkan dengan AS.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+