JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani, meminta pemerintah, baik pusat dan daerah agar segera memfokuskan langkah pada rehabilitasi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. Pemulihan sektor ini dimaksudkan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

"Pemerintah harus segera turun tangan melakukan rehabilitasi, baik darurat maupun jangka panjang, agar kegiatan belajar mengajar kembali pulih dan hak pendidikan anak-anak tetap terjamin,” ujar Lalu Hadrian, Selasa, 9 Desember.

Lalu berharap proses rehabilitasi tidak hanya bersifat memperbaiki bangunan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan sekolah dan kampus dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

“Banjir ini harus menjadi momentum untuk membangun sarpras pendidikan yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi risiko bencana,” tegas Legislator NTB itu.

Lalu menuturkan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 2.185 sekolah terdampak banjir. Sedangkan jumlah siswa yang terdampak sebanyak 180.717 orang, dan guru sebanyak 17.049 orang.

Sementara itu, data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mencatat sekitar 60 perguruan tinggi terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Karenanya, Lalu mendorong Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek mempercepat asesmen kerusakan serta memastikan alokasi anggaran khusus untuk pemulihan sarpras pendidikan di wilayah terdampak.

“Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sangat penting. Jangan sampai para siswa dan mahasiswa mengalami learning loss berkepanjangan hanya karena keterlambatan perbaikan fasilitas,” katanya.

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani, meminta pemerintah, baik pusat dan daerah agar segera memfokuskan langkah pada rehabilitasi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. Pemulihan sektor ini dimaksudkan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

"Pemerintah harus segera turun tangan melakukan rehabilitasi, baik darurat maupun jangka panjang, agar kegiatan belajar mengajar kembali pulih dan hak pendidikan anak-anak tetap terjamin,” ujar Lalu Hadrian, Selasa, 9 Desember.

Lalu berharap proses rehabilitasi tidak hanya bersifat memperbaiki bangunan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan sekolah dan kampus dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

“Banjir ini harus menjadi momentum untuk membangun sarpras pendidikan yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi risiko bencana,” tegas Legislator NTB itu.

Lalu menuturkan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 2.185 sekolah terdampak banjir. Sedangkan jumlah siswa yang terdampak sebanyak 180.717 orang, dan guru sebanyak 17.049 orang.

Sementara itu, data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mencatat sekitar 60 perguruan tinggi terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Karenanya, Lalu mendorong Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek mempercepat asesmen kerusakan serta memastikan alokasi anggaran khusus untuk pemulihan sarpras pendidikan di wilayah terdampak.

“Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sangat penting. Jangan sampai para siswa dan mahasiswa mengalami learning loss berkepanjangan hanya karena keterlambatan perbaikan fasilitas,” katanya.

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani, meminta pemerintah, baik pusat dan daerah agar segera memfokuskan langkah pada rehabilitasi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. Pemulihan sektor ini dimaksudkan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

"Pemerintah harus segera turun tangan melakukan rehabilitasi, baik darurat maupun jangka panjang, agar kegiatan belajar mengajar kembali pulih dan hak pendidikan anak-anak tetap terjamin,” ujar Lalu Hadrian, Selasa, 9 Desember.

Lalu berharap proses rehabilitasi tidak hanya bersifat memperbaiki bangunan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan sekolah dan kampus dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

“Banjir ini harus menjadi momentum untuk membangun sarpras pendidikan yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi risiko bencana,” tegas Legislator NTB itu.

Lalu menuturkan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 2.185 sekolah terdampak banjir. Sedangkan jumlah siswa yang terdampak sebanyak 180.717 orang, dan guru sebanyak 17.049 orang.

Sementara itu, data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mencatat sekitar 60 perguruan tinggi terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Karenanya, Lalu mendorong Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek mempercepat asesmen kerusakan serta memastikan alokasi anggaran khusus untuk pemulihan sarpras pendidikan di wilayah terdampak.

“Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sangat penting. Jangan sampai para siswa dan mahasiswa mengalami learning loss berkepanjangan hanya karena keterlambatan perbaikan fasilitas,” katanya.

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani, meminta pemerintah, baik pusat dan daerah agar segera memfokuskan langkah pada rehabilitasi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. Pemulihan sektor ini dimaksudkan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

"Pemerintah harus segera turun tangan melakukan rehabilitasi, baik darurat maupun jangka panjang, agar kegiatan belajar mengajar kembali pulih dan hak pendidikan anak-anak tetap terjamin,” ujar Lalu Hadrian, Selasa, 9 Desember.

Lalu berharap proses rehabilitasi tidak hanya bersifat memperbaiki bangunan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan sekolah dan kampus dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

“Banjir ini harus menjadi momentum untuk membangun sarpras pendidikan yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi risiko bencana,” tegas Legislator NTB itu.

Lalu menuturkan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 2.185 sekolah terdampak banjir. Sedangkan jumlah siswa yang terdampak sebanyak 180.717 orang, dan guru sebanyak 17.049 orang.

Sementara itu, data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mencatat sekitar 60 perguruan tinggi terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Karenanya, Lalu mendorong Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek mempercepat asesmen kerusakan serta memastikan alokasi anggaran khusus untuk pemulihan sarpras pendidikan di wilayah terdampak.

“Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sangat penting. Jangan sampai para siswa dan mahasiswa mengalami learning loss berkepanjangan hanya karena keterlambatan perbaikan fasilitas,” katanya.

JAKARTA Deputy Chairman of Commission X DPR Lalu Hadrian Irfani, asked the government, both central and regional, to immediately focus on the rehabilitation of educational facilities and infrastructure (sarpras). The recovery of this sector is intended so that the teaching and learning process can return to normal.

"The government must immediately intervene to carry out rehabilitation, both emergency and long-term, so that teaching and learning activities recover and children's education rights remain guaranteed," said Lalu Hadrian, Tuesday, December 9.

Lalu berharap proses rehabilitasi tidak hanya bersifat memperbaiki bangunan, tetapi juga memperkuat kesiadiagaan sekolah dan kampus dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

"This flood must be a momentum to build a more resilient, safe, and ready to face disaster risks," said the NTB legislator.

Then he said, based on data from the Ministry of Elementary and Secondary Education (Kemendikdasmen), 2,185 schools were affected by flooding. Meanwhile, the number of students affected was 180,717 people, and 17,049 teachers.

Meanwhile, data from the Ministry of Higher Education, Science and Technology (Kemendiktisaintek) noted that around 60 universities were affected by flooding in Aceh, West Sumatra, and North Sumatra.

Therefore, then encourage the Ministry of Education and Culture and the Ministry of Education and Technology to accelerate the assessment of damage and ensure the special budget allocation for the recovery of education sarpras in affected areas.

"Coordination across ministries and local governments is very important. Do not let students and students experience prolonged learning loss just because of delays in improving facilities," he said.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)