JAKARTA – Pengamat politik Universitas Jember, Muhammad Iqbal mengakui kebersamaan Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno dan Gibran Rakabuming Raka dalam satu meja saat peringatan hari lahir Pancasila sarat dengan makna politis.

Sebelumnya, selain Presiden Prabowo, dalam peringatan hari lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, beberapa waktu lalu juga dihadiri tiga sosok yang tengah berseteru, yakni Gibran, Megawati dan Try Sutrisno.

Kantor kepresidenan diketahui juga merilis foto yang menunjukkan Prabowo, Megawati, Gibran, dan Try Sutrisno duduk semeja di ruang tunggu Gedung Pancasila. Sama-sama berkemeja putih, Megawati duduk di samping Try Sutrisno. Di hadapan mereka, duduk Prabowo dan Gibran yang kompak mengenakan jas dan peci.

Megawati diketahui masih berkonflik dengan Joko Widodo dan Gibran yang dianggap mengkhianati PDIP di Pilpres 2024. Sementara Try Sutrisno merupakan salah satu tokoh Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang mengusulkan pemakzulan Gibran dari jabatannya sebagai wapres.

“Saya menduga kebersamaan satu meja bersama Megawati, Gibran dan Try Sutrisno memang dikehendaki oleh Prabowo,” ungkap Iqbal, Minggu 8 Juni.

Menurutnya, ada makna politis yang bisa dilihat dari kejadian tersebut. Pada satu sisi, Prabowo bisa dianggap sedang unjuk gigi kepada Gibran dan kekuatan politik yang berada di belakangnya.

Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa Prabowo berada satu kubu dengan Try Sutrisno dan Megawati yang serius dalam mempersoalkan posisi Gibran sebagai wapres.

Sisi lain, pertemuan itu juga bisa dimaknai sebaliknya, di mana Prabowo terkesankan tengah memperlihatkan kepada publik bahwa pemerintahannya berjalan mulus dan tidak ada “kerikil” yang menghalangi jalannya pemerintahan.

“Dalam hal ini, pengaruh Prabowo terbukti cukup ampuh. Dia berhasil mempertemukan ketiga tokoh sentral dalam arus politik paling kontroversial ini,” tambah Iqbal.

Dia menilai, melalui pertemuan tersebut, Prabowo juga seolah menepis spekulasi ada dua matahari di pemerintahannya sekaligus membuktikan bila dia tidak berada di bawah kendali siapa pun, termasuk Joko Widodo.

“Bisa dimaknai juga kalau Prabowo berupaya mengonsolidasikan kekuatan agar tidak bergantung dari satu poros tertentu. Itu penting dilakukan Prabowo agar punya banyak opsi pada peta politik Pemilu 2029,” kata Iqbal.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)