JAKARTA - Pesawat nirawak Rusia menghantam sebuah bus, menewaskan sembilan orang dan melukai empat lainnya di wilayah Sumy.

Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Moskow dan Kyiv mengadakan perundingan perdamaian langsung pertama mereka dalam beberapa tahun.

"Ini bukan sekadar penembakan biasa — ini adalah kejahatan perang yang sinis," kata Kepolisian Nasional Ukraina dalam sebuah posting di aplikasi perpesanan Telegram dilansir Reuters, Sabtu, 17 Mei.

Ihor Tkachenko, kepala administrasi militer Sumy, mengatakan operasi evakuasi sedang berlangsung.

Pertemuan pejabat Rusia dan Ukraina di Turki pada Jumat gagal menjadi penengah gencatan senjata sementara. Itu adalah dialog langsung pertama antara kedua belah pihak sejak bulan-bulan awal perang yang dilancarkan Rusia pada bulan Februari 2022.

 

Polisi Ukraina mengunggah foto-foto mobil van penumpang berwarna biru tua yang hampir hancur, dengan atap robek dan jendela pecah.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan Ukraina secara independen. Tidak ada pernyataan langsung dari Moskow.

Kedua belah pihak membantah telah menargetkan warga sipil dalam serangan mereka, tetapi ribuan orang telah tewas dalam konflik tersebut, sebagian besar dari mereka adalah warga Ukraina.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+