Hamas: Serangan Israel ke Gaza Upaya Gagalkan Kesepakatan Gencatan Senjata

JAKARTA - Hamas menuding Israel sengaja meningkatkan serangannya ke Jalur Gaza untuk menggagalkan kesepahaman yang tercapai bersama mediator dan Amerika Serikat terkait implementasi tahap baru kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pernyataannya, kelompok perlawanan Palestina itu mengatakan serangan militer zionis sejak Minggu pagi telah menewaskan lebih dari 19 warga Palestina dan menghabisi satu keluarga penuh.

Pengeboman tersebut merupakan "eskalasi yang disengaja oleh penjahat perang Netanyahu untuk mengganggu kesepahaman yang tercapai dengan mediator, termasuk pemerintah AS, untuk merampungkan implementasi kesepakatan gencatan senjata," kata Hamas dilansir ANTARA dari Anadolu, Senin, 3 Agustus.

Hamas menyerukan agar mediator dan penjamin gencatan senjata untuk "menunaikan tanggung jawabnya", mengutuk serangan Israel, dan "segera" menekan Israel agar menghentikan serangan dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Dengan menyebut serangan Israel sebagai "kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan", Hamas menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah hukum dan memastikan rezim zionis Israel bertanggung jawab atas perbuatannya.

Mereka juga mendesak langkah-langkah diambil untuk melindungi warga Palestina yang semakin rentan akibat "ancaman genosida dan pengusiran".

Pekan lalu, Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tahapan selanjutnya dari gencatan senjata di Gaza sudah dapat dilaksanakan.

Mereka memastikan Hamas telah menyetujui peta jalan rinci terkait proses tersebut.

Akan tetapi, Israel masih belum menyampaikan tanggapan resmi akan perkembangan ini.