Bagikan:

JAKARTA - Banyak orang masih beranggapan bahwa sunscreen hanya perlu dipakai saat beraktivitas di luar ruangan atau di bawah sinar matahari langsung.

Padahal, kulit tetap terpapar sinar ultraviolet (UV) meski sedang berada di dalam ruangan, di dalam mobil, atau bahkan saat cuaca sedang mendung. Pasalnya, sinar UVA punya kemampuan menembus kaca.

dr. Vera, M.Biomed (AAM), dokter estetik, menegaskan bahwa sunscreen semestinya menjadi bagian dari rutinitas harian, bukan sekadar pelengkap saat bepergian ke luar rumah.

"Banyak orang mengira sunscreen hanya diperlukan saat berada di bawah terik matahari. Padahal, sinar UVA tetap bisa menembus kaca dan mengenai kulit saat kita berada di dalam ruangan maupun berkendara. Karena itu, sunscreen sebaiknya digunakan setiap hari, bukan hanya saat beraktivitas di luar ruangan," jelas dr. Vera di Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Tak cukup hanya rutin dipakai, memilih sunscreen yang tepat juga jadi hal penting. Menurut dr. Vera, jangan terpaku pada angka SPF semata, tapi perhatikan juga apakah produk sudah memberi perlindungan broad-spectrum terhadap UVA dan UVB.

"Saat memilih sunscreen, jangan hanya melihat angka SPF. Pilih produk dengan perlindungan broad-spectrum agar melindungi kulit dari sinar UVB dan UVA. Untuk aktivitas sehari-hari, SPF 20 hingga 30 sudah cukup jika digunakan dengan benar dan diaplikasikan ulang setiap dua hingga tiga jam. Jika lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, SPF 50 bisa menjadi pilihan," ujarnya.

dr. Vera menambahkan mineral sunscreen kini bisa jadi opsi menarik, karena perlindungannya langsung bekerja begitu diaplikasikan ke kulit.

"Mineral sunscreen bekerja dengan memantulkan sinar UV sehingga perlindungannya langsung aktif setelah digunakan. Kini formulanya juga lebih nyaman dipakai tanpa meninggalkan white cast seperti yang dulu sering dikhawatirkan," tambahnya.

Paparan sinar matahari yang terus-menerus rupanya jadi salah satu pemicu utama munculnya tanda-tanda penuaan dini. dr. Cynthia Ayu, dokter estetik, menjelaskan sinar UVA punya andil besar dalam proses ini karena kemampuannya menembus lapisan kulit lebih dalam.

"Sekitar 80 hingga 90 persen tanda penuaan dini dipengaruhi paparan sinar matahari, terutama UVA. Sinar ini dapat menembus lapisan kulit lebih dalam dan memicu keriput, flek, serta berkurangnya elastisitas kulit. Perlindungan terhadap UVA sama pentingnya dengan UVB," imbuhnya.

Ia juga meluruskan anggapan keliru yang sering beredar soal SPF, yakni semakin tinggi angkanya, maka makin jauh pula bedanya dari segi perlindungan.

"Banyak yang mengira semakin tinggi SPF, perlindungannya jauh lebih baik. Padahal, SPF 20 mampu menyaring sekitar 95 persen sinar UVB, sedangkan SPF 50 sekitar 98 persen. Hal terpenting adalah menggunakan sunscreen dalam jumlah yang cukup dan mengaplikasikannya kembali secara berkala," jelas dr. Cynthia.

Di balik pengembangan formula-formula sunscreen dan skincare modern, riset menjadi kunci utama. Salah satu perusahaan yang menekuni bidang ini adalah PT Mirai Group Japan, yang menghadirkan platform teknologi berbasis riset melalui proprietary ingredients Acnobet dan Hairen, serta teknologi human recombinant peptide SH-Polypeptide 11 berkonsentrasi tinggi 20 persen yang dikembangkan di Jepang.

Andina Latief, Direktur PT Mirai Group Japan menegaskan identitas perusahaannya bukan sekadar produsen produk skincare biasa.

"Kami ingin dikenal bukan hanya sebagai perusahaan yang menghadirkan produk skincare, tetapi sebagai perusahaan Jepang yang membangun teknologi skincare melalui riset, pengembangan, dan manufaktur. Yang membedakan kami bukanlah satu produk tertentu, melainkan kemampuan mengembangkan teknologi baru yang berangkat dari sains," ujarnya.

Menurut Andina, seluruh inovasi tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan produk perawatan kulit yang lebih efektif dan tepat guna.

"Bagi kami, inovasi tidak berhenti di laboratorium. Nilai sebuah teknologi baru benar-benar terwujud ketika hasil riset dapat diterjemahkan menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat." tutup Andina.

Salah satu wujud nyata dari riset tersebut hadir dalam Majestic Day Repair, sunscreen mineral harian yang menggabungkan Signal Block Technology, human-type HSP, dan 3GF Complex.

Selain melindungi kulit dari paparan sinar UV, formulanya juga dirancang untuk membantu menjaga skin barrier serta mendukung proses perbaikan kulit sehari-hari.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+