Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Dirawat di Rumah Sakit

JAKARTA - Puluhan korban tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, dirawat di tiga rumah sakit di kawasan itu.

"Korban luka saat ini mendapatkan perawatan di RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, ANTARA.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyatakan akibat musibah tersebut, sedikitnya 29 orang penumpang harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Asep mengatakan tujuh orang masih terhimpit di gerbong paling belakang KRL yang ditabrak KA Argo Bromo.

Saat ini, kata dia, tim penyelamat masih berusaha memotong gerbong agar dapat mengevakuasi korban yang terjepit.

"Kesulitannya, memang saat ini sedang ada pemotongan (gerbong) oleh Basarnas pada korban-korban yang terjepit. Dan mudah-mudahan bisa segera dievakuasi," katanya.

Sebelumnya, kereta commuter line relasi Kampung Bandan (KPB) - Cikarang (CKR) ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920 pada Senin, 27 April, malam.

Kejadian dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.52 WIB. Peristiwa ini memakan banyak korban luka dari penumpang commuter line.

"Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo kepada VOI.

Akibat peristiwa kecelakaan tersebut, operasional perjalanan kereta api di lintasan tersebut terganggu.

"Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal," katanya.