Pelabuhan Ravenna Italia Blokir Pengiriman Senjata ke Israel

JAKARTA - Pelabuhan Ravenna di Italia pada hari Kamis menolak masuknya dua truk yang disebut-sebut membawa senjata ke Israel, di tengah meningkatnya protes di antara para pekerja pelabuhan Italia dan kelompok buruh lainnya terhadap serangan di Gaza, Palestina.

Wali Kota Ravenna Alessandro Barattoni mengatakan kepada wartawan, otoritas pelabuhan telah menerima permintaan darinya dan pemerintah daerah untuk menolak akses bagi truk-truk yang membawa bahan peledak dalam perjalanan ke pelabuhan Haifa, Israel.

"Negara Italia mengatakan telah memblokir penjualan senjata ke Israel, tetapi tidak dapat diterima bahwa, berkat celah birokrasi, mereka dapat melewati Italia dari negara lain," kata Barattoni dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters 19 September.

Kendati demikian, ia tidak memberikan detail tentang asal kontainer-kontainer tersebut atau memberikan bukti isinya.

Keputusan Ravenna mencerminkan meningkatnya mobilisasi di Italia melawan serangan Israel dan dalam mendukung armada internasional yang berusaha mengirimkan bantuan kepada Palestina.

Seorang juru bicara kedutaan Israel di Roma mengatakan mereka tidak memiliki informasi yang cukup rinci tentang kasus tersebut dan menolak berkomentar. Pemerintah Israel terkadang menuduh negara-negara Eropa bias terhadapnya dan mempercayai propaganda kelompok militan Hamas yang diperanginya di Gaza.

Pada Hari Jumat, serikat pekerja terbesar di Italia, CGIL, akan mengadakan pemogokan nasional setengah hari dan pawai di Roma dan kota-kota lain, sementara pada tanggal 22 September dua serikat pekerja lainnya akan menghentikan pekerjaan dan mencoba memblokir aktivitas di pelabuhan-pelabuhan besar Genoa dan Livorno.

"Kami tidak akan membiarkan satu pun peniti melewati pelabuhan," kata Riccardo Rudino dari serikat pekerja pelabuhan Calp di Genoa.

CGIL mengatakan protesnya bertujuan untuk menekan pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni "agar menangguhkan semua perjanjian kerja sama komersial dan militer dengan Israel, mencabut embargo kemanusiaan, dan mengakui Negara Palestina."

Terpisah, Menteri Luar Negeri Antonio Tajani mengatakan pada Hari Kamis, Italia akan mendukung sanksi Uni Eropa terhadap para pemukim Israel yang melakukan kekerasan dan para menteri Israel yang telah membuat komentar "tidak dapat diterima" tentang Gaza dan Tepi Barat, dan terbuka untuk mempertimbangkan sanksi perdagangan.

Diketahui, tindakan serupa untuk memblokir pengiriman senjata ke Israel telah dilakukan oleh para pekerja pelabuhan di negara-negara Eropa lainnya seperti Prancis, Swedia dan Yunani.