Negara Penganut Sistem Ekonomi Tradisional, Salah Satunya Ada di Indonesia
YOGYAKARTA - Setiap negara tentu mempunyai sistem ekonominya masing-masing. Salah satu sistem ekonomi tradisional. Negara yang menjalankan sistem ekonomi tradisional umumnya bergantung pada sektor pertanian.
Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa negara penganut sistem ekonomi tradisional.
Dikutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi, Lailatul Rofiah, dkk (2023:18), sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang sederhana, dilandaskan pada sistem nilai, norma, dan tradisi turun menurun. Di bawah ini adalah negara yang menganut sistem ekonomi tradisional.
Negara Penganut Sistem Ekonomi Tradisional
Adapun negara yang menganut sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut:
Malawi, Afrika Selatan
Negara Malawi didominasi oleh sektor pertanian dan mempunyai kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Meskipun demikian, Malawi masih terkendala konflik sosial dan ekonomi, seperti minimnya akses kesehatan, kualitas pendidikan yang masih belum memadai, dan pendapatan yang rendah.
Mbaiki, Republik Afrika Tengah
Mayoritas penduduk Mbaiki hidup dari hasil pertanian kayu dan kopi. Namun, hasil ekonomi, akses kesehatan, dan pendidikan di daerah tersebut masih belum memadai.
Mobaye, Afrika Tengah
Mobaye adalah desa yang terletak di Afrika Tengah, dan masih terkendala dengan keterbatasan pasokan listrik yang berpengaruh terhadap kualitas hidup dan perekonomian masyarakat.
Papua Nugini
Mayoritas penduduk Papua Nugini memiliki mata pencaharian pada sektor pertanian, sebab mereka mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Namun demikian, Papua Nugini masih dihadapkan pada kendala biaya infrastruktur dan medan alam yang sulit.
Lembah Baliem, Indonesia
Lembah Baliem terletak di pegunungan Jayawijaya, Papua, dan dihuni oleh suku Dani, Lani, dan Yali. Penduduk di Lembah Baliem mempunyai sumber mata pencaharian dari bertani dengan alat yang masih sangat tradisional, dan masih menjalankan sistem barter sebagai alat tukar.
Apa Saja Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional?
Ada beberapa kelebihan sistem ekonomi tradisional yang bisa didapatkan, antara lain sebagai berikut:
- Setiap warga mempunyai kemampuan dalam memproduksi barang dan jasa
- Kegiatan produksi masih sederhana sehingga kelestarian alam tetap terjaga.
- Sistem ekonomi tradisional berpusat pada asas kekeluargaan yang kuat sehingga ketimpangan sosial dapat dihindari.
- Tidak ada persaingan negatif dalam mencari keuntungan sehingga kegiatan ekonomi bisa berjalan secara sehat.
- Sistem barter lebih bisa menciptakan kerukunan, kepedulian, dan kejujuran.
Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional
- Meskipun mempunyai banyak kelebihan, sistem ekonomi tradisional juga terdapat kelemahan, antara lain sebagai berikut:
- Kegiatan ekonomi hanya berfokus pada kebutuhan sehingga kurang meningkatkan taraf hidup.
- Sulit menentukan kelayakan nilai tukar dalam sistem barter.
- Penerimaan terhadap teknologi modern masih rendah dan sulit untuk beradaptasi.
- Kegiatan ekonomi tidak berfokus pada peningkatan keuntungan.
- Barang dan jasa cenderung memiliki kualitas yang rendah.
Pada umumnya negara yang menganut sistem ekonomi tradisional unggul dalam hal asas kekeluargaan yang mementingkan alam dan ekonomi yang sehat, tetapi sistem ini kurang cocok jika dijadikan tujuan untuk memajukan taraf hidup.
Demikianlah ulasan tentang beberapa negara penganut sistem ekonomi tradisional. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.