Konsumsi Kopi Teratur Dapat Kurangi Risiko Pikun, Berapa Gelas Idealnya?
JAKARTA - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa orang lanjut usia yang rutin mengonsumsi kopi memiliki risiko lebih rendah untuk mengembangkan demensia atau pikun.
Namun, ada satu syarat penting, manfaat ini dirasakan jika Anda minum kopi hitam yang tidak diberi pemanis dan tak mengandung kafein.
Penemuan ini berasal dari penelitian yang memeriksa catatan kesehatan 204.847 orang di Inggris yang berusia antara 40 hingga 69 tahun pada awal periode studi.
Para peneliti, yang berasal dari berbagai institusi di China, menganalisis kebiasaan konsumsi kopi dan diagnosis kasus demensia selama rata-rata sembilan tahun.
“Hasil konsumsi kopi berkafein, khususnya yang tanpa pemanis, berhubungan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer dan demensia, serta penyakit Parkinson,” tulis para peneliti dalam makalah yang dipublikasikan, dikutip VOI dari laman Science Alert pada Jumat, 24 Januari.
"Tidak ada hubungan serupa yang ditemukan pada kopi yang mengandung gula atau pemanis buatan," tambahnya.
Untuk memproses data, para peneliti membagi partisipan menjadi 5 kelompok berdasarkan kebiasaan konsumsi kopi mereka. Mulai dari, tidak mengonsumsi kopi, 0 hingga 1 cangkir per hari, 1 - 2 cangkir per hari, 2 - 3 cangkir per hari, dan lebih dari 3 cangkir per hari.
Kelompok terakhir, yang mengonsumsi lebih dari 3 cangkir per hari, menunjukkan hasil yang paling signifikan secara statistik. Namun, secara keseluruhan, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi, para peminum kopi dari semua kelompok memiliki presentase 34 persen lebih rendah untuk mengembangkan penyakit Alzheimer dan penyakit terkait. 37 persen lebih rendah untuk mengembangkan penyakit Parkinson, dan 47 persen lebih rendah meninggal dunia akibat penyakit neurodegeneratif selama periode studi.
Namun, kopi yang digunakan harus kopi hitam tanpa pemanis dan mengandung kafein agar hubungan ini berlaku. Para peneliti percaya bahwa kandungan kafein dalam kopi memiliki sifat perlindungan terhadap otak, yang mungkin terhambat oleh adanya gula atau pemanis buatan.
“Berbagai mekanisme menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara konsumsi kopi hitam tanpa pemanis dan kafein dengan penyakit neurodegeneratif,” tulis para peneliti.
Namun, data yang ada belum cukup komprehensif untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Belum jelas apakah konsumsi kopi yang melindungi otak dari demensia, apakah tahap awal demensia yang mempengaruhi kebiasaan minum kopi, atau apakah ada faktor ketiga yang memengaruhi baik konsumsi kopi maupun risiko demensia.
Mengingat kompleksitas otak dan penyakit neurodegeneratif, kemungkinan banyak faktor yang berperan.
Penemuan ini bukanlah hal baru, karena penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kopi dapat mencegah perburukan demensia dan mungkin menambah umur. Namun, hubungan ini tampaknya tergantung pada jumlah kopi yang dikonsumsi dan kapan kita meminumnya.
Sebagai contoh, bukti menunjukkan ada hubungan antara kandungan kopi, terutama kafein, dengan penurunan kognitif.
관련 항목:
"Penambahan gula atau pemanis buatan pada kopi dapat memiliki efek yang merugikan dan harus dilakukan dengan hati-hati. Sebaliknya, konsumsi kopi hitam tanpa pemanis dan berkafein sangat dianjurkan.” tulis para peneliti.