JAKARTA - Tujuh negara OPEC+ sepakat menaikkan produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari pada Juli. Keputusan ini muncul saat pasar energi global masih sensitif terhadap ketegangan geopolitik dan arah permintaan minyak dunia.
Disadur dari laporan Xinhua, Minggu, 7 Juni, keputusan itu diumumkan OPEC setelah pertemuan virtual pada Minggu. Pertemuan diikuti Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.
Ketujuh negara tersebut membahas kondisi pasar global dan prospek minyak ke depan.
Langkah ini menjadi kenaikan produksi bulan keempat berturut-turut oleh OPEC+. Keputusan itu tetap diambil meski Uni Emirat Arab keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ yang lebih luas pada 1 Mei.
Dalam pernyataannya, OPEC menyebut kenaikan produksi dilakukan atas dasar “komitmen kolektif untuk mendukung stabilitas pasar minyak”.
BACA JUGA:
Dengan tambahan 188.000 barel per hari, OPEC+ tampaknya ingin menjaga keseimbangan. Pasar butuh pasokan, tetapi harga juga tidak boleh jatuh terlalu dalam. Di pasar minyak, terlalu sedikit pasokan bisa membuat harga melonjak. Terlalu banyak pasokan bisa menekan harga produsen.
Dalam laporannya Xinhua menyebut, tujuh negara tersebut tetap memiliki fleksibilitas penuh untuk menyesuaikan produksi sesuai perkembangan pasar.
Artinya, kebijakan produksi masih bisa berubah jika harga, permintaan, atau kondisi geopolitik bergerak di luar perkiraan.
OPEC+ dijadwalkan kembali bertemu pada 5 Juli untuk mengambil keputusan lanjutan.