JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengakui, posisi geografis Indonesia yang sangat strategis kerap menjadi incaran kapal-kapal asing untuk mengambil kekayaan sumber daya laut.
Dia menyebut, tiap malam ada puluhan ribu kapal berbendera asing yang mengeruk kekayaan sumber daya laut Indonesia secara ilegal atau illegal fishing.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato perdananya pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 20 Mei.
"Posisi geografis kita sangat strategis, puluhan persen perdagangan dunia melalui perairan kita. Bumi dan air kita sangat luas, tiap malam puluhan ribu kapal berbendera asing mengambil kekayaan kita secara ilegal, secara tidak sah," ujar Prabowo.
BACA JUGA:
Untuk itu, Prabowo menegaskan, pemerintahannya untuk mengambil langkah tegas guna mengatasi persoalan tersebut.
"Harus kita tegakkan kedaulatan kita di lautan kita sendiri," tegas dia.
Pasalnya, kata Kepala Negara, hal tersebut merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan amanat dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.