JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperketat pengawasan mutu ikan di Indonesia.
Sebagai pemangku kepentingan dan kebijakan sektor kelautan dan perikanan serta competent authority (CA), KKP menggandeng Brimob Polri untuk memastikan produk perikanan nasional bebas dari kontaminasi zat radioaktif.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) dengan Korps Brimob Polri di Markas Komando Pasukan Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 23 April.
Kepala Badan Mutu KKP Ishartini mengatakan, sinergi tersebut melibatkan unit khusus dari Brimob, yakni Pasukan Gegana.
Personel Gegana mempunyai keahlian khusus dalam pemindaian dan deteksi radionuklida akan diterjunkan untuk mendukung tugas KKP.
"Salah satunya kami menjalin kerja sama dengan Brimob Polri yang membawahi unit Pasukan Gegana dengan keahlian dalam pemindaian dan deteksi radionuklida untuk mendukung tusi Badan Mutu KKP," ujar Ishartini dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 27 April.
Ishartini menjelaskan, PKS antara Brimob dan Badan Mutu KKP itu sangat strategis karena mendukung skema sertifikasi bebas radioaktif pada produk perikanan untuk menjaga kesehatan masyarakat Indonesia dan juga menjamin keberterimaan produk perikanan Indonesia yang di ekspor ke 147 negara.
"PKS yang saya tandatangani ini memiliki ruang lingkup memang implementasinya untuk mendukung tusi KKP, yaitu pendayagunaan SDM dan sarpras untuk melaksanakan skema sertifikasi bebas radioaktif produk perikanan, pengendalian kontaminasi zat radioaktif, pertukaran data serta peningkatan kapasitas," terangnya.
BACA JUGA:
Dia menggarisbawahi, sinergitas lintas sektor yang telah dilaksanakannya bersama jajaran di KKP juga telah berhasil meyakinkan dunia internasional bahwa produk perikanan Indonesia aman dari kontaminasi radioaktif.
Salah satu indikasinya adalah dengan kembali diterimanya ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat (AS).
Sejak pertama kali sertifikasi bebas radioaktif diluncurkan pada 31 Oktober 2025 sampai dengan 20 April 2026, Indonesia telah mengirim 3.202 kontainer udang senilai lebih dari Rp8 triliun.
Dari total tersebut, sebanyak 2.462 kontainer udang diantaranya telah memasuki pasar AS.