Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 105 unit jembatan gantung pada Tahun Anggaran (TA) 2026 yang tersebar di 25 provinsi seluruh Indonesia.

Pembangunan tersebut ditujukan untuk meningkatkan konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan dan kawasan dengan keterbatasan akses akibat kondisi geografis.

Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, jembatan gantung menjadi solusi untuk menyediakan akses cepat dan efisien di wilayah tersebut.

"Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 25 April.

Program tersebut difokuskan pada wilayah dengan tantangan geografis, seperti terpisah oleh sungai, jurang maupun kontur perbukitan.

Selain itu, penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui evaluasi teknis dan survei lapangan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat, kondisi keterisolasian wilayah, akses transportasi serta potensi manfaat ekonomi dihasilkan.

Sebaran pembangunan jembatan gantung tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga wilayah terluar, tertinggal dan terdepan (3T).

Salah satu provinsi dengan alokasi pembangunan cukup besar adalah Jawa Tengah yang mendapatkan 16 unit jembatan gantung di sejumlah kabupaten.

Jembatan tersebut akan menghubungkan desa-desa yang sebelumnya terpisah oleh sungai maupun kondisi geografis lainnya, sehingga mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi lokal.

Secara teknis, jembatan gantung yang dibangun memiliki bentang rata-rata 40-120 meter dengan lebar sekitar 1,8 meter. Desainnya disesuaikan kondisi geografis setempat dengan konstruksi kuat, efisien serta mudah dalam pemeliharaan oleh masyarakat.

Kementerian PU memastikan setiap pembangunan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas konstruksi serta ketahanan terhadap kondisi lingkungan.

Selain sebagai penghubung fisik, jembatan gantung juga diharapkan menjadi simpul penggerak ekonomi lokal serta memperkuat interaksi sosial masyarakat di wilayah yang sebelumnya terisolasi.