Bagikan:

JAKARTA - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) berhasil melampaui target kinerja pada kuartal I-2026, sekaligus menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika arus logistik nasional. Capaian tersebut didukung pertumbuhan signifikan pada segmen curah cair.

Perusahaan yang merupakan bagian dari Pelindo Group ini mencatat total throughput nonpetikemas sebesar 12,04 juta ton pada periode tersebut. Volume tersebut mencakup general cargo, curah kering, curah cair dan bag cargo atau barang dengan kemasan karung.

Secara komposisi, sambung Indra, curah kering masih mendominasi dengan porsi 46 persen, diikuti curah cair sebesar 25 persen, general cargo 24 persen, dan bag cargo 5 persen. Meski demikian, segmen curah cair menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja pada awal tahun ini.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani mengatakan capaian kinerja pada awal tahun ini menunjukkan ketahanan operasional perusahaan dalam menghadapi dinamika arus logistik.

“Kinerja kuartal I-2026 menunjukkan operasional PTP Nonpetikemas tetap berjalan optimal dengan dukungan peningkatan pada segmen curah cair,” ujar Indra dalam keterangan resmi, Kamis, 23 April.

Rinciannya, sambung Indra, realisasi curah cair tercatat sebesar 3,09 juta ton atau tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,67 juta ton. Angka ini juga melampaui target RKAP kuartal I-2026 sebesar 2,52 juta ton.

Sementara itu, curah kering sebagai tulang punggung operasional mencatat realisasi sebesar 5,76 juta ton dan tetap menjadi kontributor utama. Untuk segmen lainnya, general cargo terealisasi sebesar 2,92 juta ton atau mengalami penyesuaian 5 persen secara tahunan, sedangkan bag cargo tercatat sebesar 656.000 ton atau turun tipis 3,3 persen.

“Kami terus berupaya menjaga keseimbangan kinerja di seluruh lini bisnis melalui peningkatan pelayanan dan optimalisasi fasilitas,” ujarnya.

Secara operasional, sambung Indra, kontribusi terbesar pada curah cair berasal dari cabang Teluk Bayur, Pontianak, dan Jambi. Adapun pada segmen curah kering, Cabang Tanjung Priok, Panjang, dan Pontianak menjadi penopang utama throughput perusahaan.

Peningkatan pada segmen curah cair turut mencerminkan menguatnya distribusi komoditas strategis nasional, termasuk energi dan bahan baku industri. Hal ini menunjukkan peran pelabuhan nonpetikemas yang semakin krusial dalam menjaga kelancaran rantai pasok domestik.

Selain itu, stabilnya kinerja curah kering serta terjaganya volume pada general cargo dan bag cargo mengindikasikan aktivitas logistik nasional masih berada dalam kondisi resilien.

Di sisi lain, PTP Nonpetikemas juga berkontribusi dalam program Mudik Bersama BUMN dengan menyediakan empat bus rute Jakarta–Purwokerto pulang-pergi yang mengangkut sekitar 200 pemudik.

Sementara itu, Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami menegaskan perusahaan akan terus meningkatkan kinerja sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial.

“Kinerja akan terus kami optimalkan baik dalam segi operasional dan bisnis perusahaan terhadap kepuasan pelanggan serta sebagai salah satu alur utama logistic khususnya kemasan nonpetikemas. Selain itu, tentu kami akan berupaya mengambil peran dalam masyarakat sebagai tanggung jawab sosial dan Lingkungan yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, PTP Nonpetikemas terus memperkuat keandalan layanan melalui optimalisasi peralatan serta pemanfaatan sistem digital terintegrasi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi proses bisnis, sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional.