Bagikan:

JAKARTA - Platform marketplace digital OLX menghadirkan OLX Job Fair Online 2026

yang berlangsung pada 11–26 April 2026.

Program ini menjadi salah satu respons atas ketatnya persaingan di pasar tenaga kerja domestik.

Dalam ajang tersebut, tersedia lebih dari 1.300 lowongan kerja dengan kebutuhan tenaga kerja cepat, 1.200 posisi paling diminati, serta lebih dari 800 peluang kerja freelance.

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sebanyak 8.389 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang kuartal I-2026, dengan puncak PHK terjadi pada Januari mencapai 4.590 tenaga kerja.

Di sisi lain, data internal OLX mencatat lonjakan aktivitas pengguna di kategori jasa dan lowongan pekerjaan.

Volume aktivitas meningkat 46 persen pada Maret dibandingkan Januari 2026.

Permintaan kerja juga melonjak signifikan pasca-Lebaran.

Pada minggu ketiga setelah Lebaran, jumlah pencari kerja meningkat lebih dari 140 persen dibandingkan periode Lebaran.

Sepanjang kuartal I-2026, rata-rata jumlah pencari kerja di OLX mencapai lebih dari 523.000 orang, sementara jumlah lowongan hanya sekitar 43.000 posisi.

Artinya, satu lowongan diperebutkan oleh sekitar 12 pencari kerja.

Direktur OLX Agung Iskandar mengatakan pihaknya menghadirkan kemudahan proses rekrutmen melalui konsep 3C, yakni Cari, Chat, dan Kirim CV.

“Pencari kerja dapat langsung berinteraksi dengan perusahaan dan mengirimkan profil mereka dalam hitungan detik,” ujar Agung.

Secara geografis, lowongan kerja paling banyak tersedia di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Bali.

Sementara pencari kerja didominasi dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

OLX optimistis gelaran ini dapat mempercepat perputaran ekonomi lokal di tengah dinamika pasar tenaga kerja yang masih menantang.