JAKARTA - Indeks Nikkei 225 Jepang mencetak rekor tertinggi pada Kamis di tengah reli bursa Asia, seiring tumbuhnya harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. CNBC dikutip Kamis, 16 April melaporkan, sentimen itu ikut mendorong penguatan Wall Street dan menahan gejolak harga minyak.
Nikkei 225 naik 2,19 persen setelah sempat menyentuh level tertinggi baru. Kenaikan indeks Jepang itu ditopang saham teknologi dan saham konsumen siklikal. Daikin Industries menjadi penguat terbesar setelah investor aktivis Elliott Investment Management mendorong perusahaan itu memperbaiki kinerja dan mempersempit selisih valuasinya dengan para pesaing. Indeks Topix juga naik 1,33 persen.
Penguatan pasar pekan ini didorong ekspektasi bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran bisa mereda. Presiden Donald Trump dalam wawancara dengan Fox Business yang ditayangkan Rabu mengatakan perang Iran “sangat dekat untuk berakhir” dan mengklaim Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan.
Menurut laporan CNBC, seorang pejabat Gedung Putih juga mengatakan putaran kedua negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran sedang dibahas, meski belum ada jadwal resmi.
BACA JUGA:
Di pasar energi, harga minyak bergerak fluktuatif. West Texas Intermediate naik 0,39 persen ke 91,65 dolar AS per barel. Sementara Brent relatif datar di 94,96 dolar AS per barel.
Penguatan juga terjadi di bursa Asia lain. Kospi Korea Selatan naik 1,96 persen dan Kosdaq menguat 1,36 persen. Nifty 50 India bertambah 0,56 persen. Indeks CSI 300 China daratan naik 0,90 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong menguat 1,41 persen.
Australia menjadi pengecualian. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,32 persen, meski data tenaga kerja menunjukkan lapangan kerja naik 1,4 persen pada Maret dibanding setahun sebelumnya dan tingkat pengangguran tetap 4,3 persen.
Sentimen pasar juga ditopang data ekonomi China. Produk domestik bruto China tumbuh 5 persen pada kuartal pertama, lebih tinggi dibanding 4,5 persen pada kuartal sebelumnya dan melampaui perkiraan ekonom 4,8 persen dalam jajak pendapat Reuters. Pertumbuhan itu ditopang ekspor yang kuat, meski prospeknya masih dibayangi guncangan energi akibat perang Iran dan lemahnya permintaan domestik.
Di Wall Street, S&P 500 naik 0,80 persen ke 7.022,95 dan Nasdaq melonjak 1,59 persen ke 24.016,02. Keduanya ditutup di rekor tertinggi. Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,15 persen ke 48.463,72.