Bagikan:

JAKARTA - Volume penumpang KRL Cikarang Line terus menunjukkan tren peningkatan signifikan seiring meluasnya mobilitas masyarakat di kawasan timur Jabodetabek. Hingga 2025, jumlah pengguna layanan ini tercatat menembus 85,9 juta orang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat angka tersebut meningkat dari 55,6 juta pengguna pada 2022, menjadi 71,6 juta pada 2023, lalu 84,4 juta pada 2024, sebelum akhirnya mencapai 85,9 juta pada 2025.

Peningkatan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap moda transportasi massal yang andal, terjangkau, dan mampu menjangkau berbagai pusat aktivitas, mulai dari kawasan permukiman hingga industri.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan tren tersebut mencerminkan perubahan pola perjalanan masyarakat yang kini semakin luas dan juga lintas wilayah.

“Perjalanan masyarakat sekarang semakin luas. Banyak yang tinggal di satu wilayah dan beraktivitas atau bekerja di wilayah lain. Layanan transportasi perlu mengikuti kebutuhan tersebut agar perjalanan tetap nyaman dan terjangkau,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis, 9 April.

Selain peningkatan jumlah penumpang, KAI juga mencatat kenaikan frekuensi perjalanan KRL Cikarang Line. Jika pada 2015 terdapat 158 perjalanan per hari, kini jumlahnya meningkat menjadi 281 perjalanan per hari pada 2025.

Penguatan layanan tersebut turut didukung pengembangan prasarana, termasuk elektrifikasi jalur dari Tanah Abang hingga Cikarang yang telah mencapai 40,310 kilometer. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi KAI dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Di sisi lain, mobilitas masyarakat juga terus meluas hingga ke wilayah Cikampek dan Purwakarta, yang tercermin dari peningkatan jumlah pengguna KA Walahar Ekspres yang mencapai lebih dari 4 juta penumpang pada 2025. Sementara itu, KA Jatiluhur relasi Cikarang–Cikampek juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan jumlah pengguna mencapai 1,19 juta pada 2025.

Menurut Anne, tren ini menjadi dasar penting bagi pengembangan layanan lanjutan, termasuk rencana perluasan elektrifikasi jalur ke arah Cikampek agar dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat lebih optimal.

“Dengan layanan yang semakin luas, masyarakat bisa menghemat waktu perjalanan, memiliki lebih banyak pilihan jadwal, dan tetap terhubung dengan berbagai pusat aktivitas seperti kawasan industri, pusat perdagangan, dan tempat bekerja sehari-hari,” jelasnya.

Pengembangan ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat konektivitas transportasi massal sebagai bagian dari pembangunan nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya sistem perkeretaapian untuk melayani mobilitas masyarakat secara lebih luas.

Selain itu, integrasi transportasi dengan kawasan hunian juga terus didorong agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan tempat tinggal yang tetap terhubung dengan transportasi massal untuk pengembangan hunian.

“Transportasi yang terhubung dengan baik menjadi salah satu kunci agar masyarakat dapat tinggal di lebih banyak pilihan lokasi, tanpa harus jauh dari tempat kerja atau pusat kegiatan,” tutur Anne.

Anne bilang perluasan elektrifikasi hingga Cikampek diharapkan dapat membuka akses ke lebih banyak wilayah, mendukung aktivitas masyarakat, serta membantu terbentuknya kawasan hunian yang lebih tersebar.

“KAI melihat pengembangan ini perlu dilanjutkan secara bertahap agar layanan dapat terus mengikuti kebutuhan masyarakat. Dukungan berbagai pihak akan mempercepat hadirnya layanan yang lebih luas dan menjangkau lebih banyak wilayah,” tutup Anne.