Bagikan:

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan langkah efisiensi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menjelaskan bahwa salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengurangi frekuensi penyaluran dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut berpotensi menghemat anggaran hingga sekitar Rp40 triliun per tahun, namun angka tersebut masih merupakan estimasi awal yang disusun oleh BGN dan berpeluang berubah.

"Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri, karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini," ujarnya dalam media briefing, Rabu, 25 Maret.

Namun, Purbaya belum merinci skema penghematan tersebut dan penjelasan lebih lanjut akan disampaikan langsung oleh Ketua BGN dalam waktu dekat.

"Dengan itu saja, bantalan kita masih cukup," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rencana efisiensi ini belum termasuk potensi penghematan lain yang sebelumnya sempat disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yakni sebesar Rp80 triliun.

Purbaya mengatakan selain program MBG, langkah penghematan juga akan diterapkan di berbagai kementerian dan lembaga lainnya.

"Saya akan buat merata seluruh K/L. Kita akan tentukan dari sini terus dia potong sendiri," ujarnya.

Sebagai informasi, total anggaran program MBG pada tahun 2026 mencapai Rp335 triliun, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp51,5 triliun.