Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan, telah menangani 85.466 titik lubang di seluruh jaringan jalan nasional jelang mudik Lebaran 2026.

Adapun total lubang di jaringan jalan nasional mencapai 89.468 titik.

Hal tersebut diungkapkan Menteri PU Dody Hanggodo dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR RI Membahas Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Transportasi Menjelang Mudik Lebaran 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Maret.

"Pada jaringan jalan nasional, saat ini teridentifikasi kurang lebih total 89.468 titik lubang, dari jumlah tersebut, alhamdulilah 85.466 titik lubang atau sekitar 95,52 persen telah ditangani," ujar Dody.

Tak hanya menangani titik-titik jalan berlubang, Kementerian PU turut melakukan kegiatan pemangkasan rumput pada sekitar 35.202 kilometer jaringan jalan nasional.

"Selain itu, kegiatan pemangkasan rumput telah dilakukan pada kurang lebih 35.202,86 kilometer jalan dari total 43.536,68 kilometer jalan atau sekitar kurang lebih 80,9 persen dari target pemeliharaan," katanya.

Dody bilang, pekerjaan proyek konstruksi di sekitar ruang manfaat jalan dihentikan sejak H-10 Lebaran hingga H+10 Lebaran mendatang.

"Namun, pekerjaan patching, penambalan-penambalan tetap dilakukan jika ada lubang-lubang baru selama masa mudik Lebaran, khususnya pada kondisi cuaca belum menentu hari ini," terangnya.

Dia menambahkan, pemantauan kondisi kualitas jalan akan dilakukan pada setiap segmen ruas oleh sejumlah petugas pemantau jalan, guna memastikan perbaikan dapat segera dilakukan.

"Selama masa mudik Lebaran ini, para penilik jalan akan bertanggung jawab untuk memastikan tidak ada lubang baru di ruas yang menjadi segmen pemantauannya, dengan rentang kurang lebih sekitar 10 kilometer per penilik jalan," jelas Dody.

Untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, lanjut Dody, pihaknya turut melakukan berbagai pekerjaan preservasi jalan nasional.

Meliputi overlay perkerasan, patching lubang-lubang jalan serta perbaikan sambungan-sambungan jembatan yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada 11 Maret 2026.

"Selain itu, dilakukan juga pembersihan ruas jalan, pemangkasan rumput serta normalisasi drainase agar fungsi jalan tetap optimal selama periode mudik," tutur Dody.

Adapun saat ini panjang jalan nasional non-tol di Indonesia mencapai 47.603,39 kilometer.

Dari total panjang tersebut, tingkat kemantapan jalan nasional berada pada kisaran 93,50 persen.

"Angka ini menunjukkan sebagian besar jaringan jalan nasional berada pada kondisi mantap," pungkas Dody.