JAKARTA - Proyek pelebaran ruas di Tol Surabaya–Gempol telah mencapai 62,30 persen per 2 Maret 2026. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo mengatakan, pihaknya terus mempercepat pengerjaan agar dapat dimaksimalkan sebelum memasuki periode arus mudik dan balik Idulfitri.
"Pada periode tersebut, pekerjaan konstruksi di lapangan akan dihentikan sementara untuk menjaga kelancaran lalu lintas," ujar Ria dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 7 Maret.
Jalan Tol Surabaya–Gempol memiliki panjang sekitar 43 kilometer dan menjadi jalur strategis yang menghubungkan Kota Surabaya dengan wilayah Sidoarjo, Pasuruan hingga Malang, sekaligus menjadi bagian penting dari konektivitas kawasan industri dan logistik di Jawa Timur.
Tingginya mobilitas kendaraan menjadikan peningkatan kapasitas jalan sebagai langkah penting untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat maupun distribusi barang.
Ria menyebut, ruas tol itu juga memberikan manfaat bagi sektor pariwisata di Jawa Timur. Jalur tersebut menjadi akses utama menuju berbagai destinasi wisata populer seperti Malang, Batu, Pasuruan hingga kawasan wisata pegunungan di wilayah Bromo–Tengger–Semeru,
Jasamarga, kata Ria, telah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penerapan rekayasa lalu lintas serta optimalisasi lajur tersedia.
"Sehingga, pengguna jalan tetap dapat melintasi di ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol dengan aman dan nyaman," ucap dia.
BACA JUGA:
Sebagai pengelola jalan tol, Jasamarga berkomitmen untuk terus memperkuat keandalan infrastruktur serta meningkatkan kapasitas jaringan Jalan Tol Trans Jawa.
Melalui pelaksanaan pekerjaan terencana dan berstandar tinggi, Jasamarga berupaya memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga serta perjalanan pengguna jalan dapat berlangsung dengan aman, lancar dan nyaman.