JAKARTA - Ditanya skenario terburuk jika penutupan Selat Hormuz berdampak melonjaknya harga impor minyak dan menekan defisit, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjuk satu langkah awal yakni rapikan penerimaan negara, jangan ada kebocoran.
“Kita pastikan aja pertama tax collection kita, pengumpulan pajak kita sama Bea Cukai enggak ada yang bocor. Itu sudah mengurangi tekanan ke defisit,” ujar Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Maret.
Menurut dia, setelah itu pemerintah baru menghitung dampak dan menentukan langkah lanjutan.
“Nanti kalau itu sudah bagus, kita lihat dampaknya seperti apa, baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan,” katanya.
Purbaya juga menanggapi soal stok BBM tersisa 20 hari yang sebelumnya disebut pemerintah. Ia menekankan angka itu baru jadi masalah kalau suplai berhenti total.
“20 hari itu kalau enggak ada suplai sama sekali baru berantakan. Tapi biasanya enggak seperti itu. Kita pasti bisa dapat suplai tapi harganya lebih tinggi dikit,” ujarnya.
BACA JUGA:
Purbayya menilai defisit tetap bisa dijaga dan ekonomi tetap bergerak, selama permintaan domestik tetap kuat.
“Kalaupun di atas, asalkan kita bisa jaga domestic demand yang 90 persen kontribusinya ke ekonomi, kita juga masih bisa survive,” kata dia.