Bagikan:

JAKARTA - Apartemen-apartemen siap huni di Jakarta yang belum terjual mulai dicari solusinya.

Pengembang kini menjajaki skema penjualan dengan harga lebih terjangkau melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar deretan unit tersebut dapat segera dihuni.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta Arvin F. Iskandar menjelaskan, sejumlah apartemen yang saat ini belum terserap pasar sebenarnya sudah siap ditempati.

"Ini sedang kami usahakan dengan Pemprov DKI, apartemen-apartemen belum terjual tetapi sudah ready (siap) untuk di-occupy (ditempati), bisa dijual dengan harga tidak komersial, sesuai kebutuhan masyarakat," ujar seusai Go Public Workshop bertajuk 'Solusi Percepatan Pendanaan Non-bank melalui Pasar Modal' di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 23 Februari.

Arvin menilai, harga yang ditawarkan nantinya tidak mengikuti skema rumah susun sederhana milik (rusunami) maupun kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), namun berada di level lebih ekonomis ketimbang harga komersial.

Pengembang akan memberikan subsidi harga agar unit apartemen tersebut dapat dijangkau masyarakat dengan tingkat penghasilan setara upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta.

"Kami developer di REI DKI berusaha mensubsidi harga, sehingga bisa lebih tercapai untuk harga ekonomis sesuai UMR berlaku di DKI Jakarta," katanya.

Menurut dia, pembahasan mengenai skema tersebut sudah dilakukan dengan Dinas Perumahan DKI Jakarta.

Selain itu, REI juga berdiskusi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terkait peluang pemanfaatan apartemen siap huni melalui rencana pembentukan Badan Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat (BP3R).

Skema tersebut tidak hanya ditujukan untuk apartemen di Jakarta, tetapi juga berpotensi diterapkan di wilayah Jabodetabek dan daerah lain yang memiliki unit apartemen siap huni, namun belum terserap pasar.

Dia bilang, pengembang bersedia menekan margin keuntungan demi mempercepat penyerapan unit dan memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.

"Untuk kepentingan rakyat, keuntungan tidak besar atau kecil pun akan diberikan oleh para developer (pengembang). Bukan rugi, tapi subsidi diberikan oleh para developer," imbuhnya.

Melalui skema tersebut, pengembang berharap, deretan apartemen yang saat ini belum dihuni dapat terjual dengan harga lebih terjangkau sekaligus meningkatkan tingkat hunian di kawasan perkotaan.