JAKARTA – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati pemberlakuan tarif 0 persen melalui skema Tariff Rate Quota (TRQ) untuk sejumlah produk asal Indonesia dan sebaliknya, komoditas asal AS juga memperoleh fasilitas bebas tarif serta pengurangan hambatan perdagangan.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
Perjanjian tarif itu tertuang dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance sebagai landasan pelaksanaan Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa setelah penandatanganan di tingkat kepala negara, pembahasan teknis beserta lampiran ART dilanjutkan di kantor United States Trade Representative (USTR).
Ia menyebutkan bahwa untuk produk tekstil dan pakaian jadi asal Indonesia, akan diberikan tarif nol persen melalui skema TRQ oleh Amerika Serikat.
"Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,"ucapnya dalam konferensi pers secara daring, Jumat, 20 Februari.
Selain itu, sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia kini memperoleh fasilitas bebas bea masuk ke pasar Amerika Serikat yaitu setidaknya sebanyak 1.819 pos tarif produk.
"Dalam ART ini ada 1819 post tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0 persen," tegasnya.
Sebagai bagian dari timbal balik kesepakatan, Airlangga menambahkan Indonesia juga memberikan tarif 0 persen untuk sejumlah produk asal AS, seperti gandum dan kedelai.
"Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan Indonesia akan menerapkan strategic trade management guna memastikan aktivitas perdagangan berjalan aman dan tidak disalahgunakan di luar tujuan yang telah ditetapkan.
Kemudian, Airlangga menambahkan Pemerintah juga berkomitmen mempermudah proses perizinan impor dan standardisasi produk bagi sektor industri maupun perusahaan asal AS.
Selanjutnya, Airlangga menambahkan Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi hambatan tarif dan non-tarif serta memperkuat kepastian regulasi, khususnya pada sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT), kesehatan, dan farmasi.
BACA JUGA:
Airlangga menyampaikan untuk menjamin pelaksanaan perjanjian berjalan adil dan seimbang, kedua negara sepakat membentuk Council of Trade and Investment.
"Sehingga seluruh persoalan investasi dan perdagangan nanti akan dibahas di council apabila ada kenaikan yang lebih tinggi dan neraca perdagangan negara. Tujuannya untuk mengamankan rantai pasok ekonomi kuat dan menghormati kedaulatan masing-masing negara. Ini jadi bagian perjanjian," jelasnya.
Adapun, ART dijadwalkan mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum di masing-masing negara selesai, termasuk konsultasi Pemerintah Indonesia dengan DPR serta prosedur internal di Amerika Serikat.