JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) meraih kontrak pembangunan SMA Unggul Garuda senilai Rp290,9 miliar di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Dalam proyek tersebut, WIKA turut menggandeng anak usahanya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), yang tergabung dalam skema Kerja Sama Operasi (KSO).
Proyek SMA Garuda yang berlokasi di Desa Jelai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan tersebut mencakup pembangunan fasilitas pendidikan terintegrasi dan komprehensif, mulai dari pekerjaan persiapan, penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi (K3), pematangan lahan hingga pembangunan fisik gedung utama serta utilitas kawasan.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan, fasilitas yang akan dibangun meliputi bangunan akademik, ruang kelas, balairung serbaguna, teater seni dan pertunjukan, masjid serta sarana olahraga berupa lapangan sepak bola.
"Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi hunian pendukung berupa asrama siswa (Graha Putra dan Graha Putri), apartemen staf, 29 pasang rumah dinas tipe I serta rumah khusus bagi kepala sekolah dan tamu," ujar Agung dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 Februari.
Agung menyampaikan, komitmen pihaknya untuk menyelesaikan pembangunan dengan tepat waktu, standar mutu baik serta memastikan fasilitas yang dibangun mampu menjadi pusat pengembangan talenta sains dan teknologi unggul bagi generasi muda Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan.
"Proyek ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Inisiatif ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Astacita, khususnya dalam menciptakan generasi unggul siap bersaing di tingkat global," terangnya.
Dia berharap, kehadiran SMA Unggul Garuda menjadi pusat pendidikan sains dan teknologi yang mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul serta memperluas akses pendidikan berkualitas di wilayah perbatasan.
"Proyek ini sejalan dengan visi pembangunan nasional melalui Astacita diusung Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pendidikan, penguasaan sains dan pemerataan pembangunan sebagai fondasi menuju Indonesia maju," imbuhnya.