Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan akan membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi hingga menyentuh 750.000 hektare (ha) di tahun 2026.

Tahun lalu, Kementerian PU sukses merealisasikan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 589.605,80 hektare (ha) pada 2025.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, infrastruktur irigasi kini menjadi prioritas utama pemerintah.

Langkah strategis tersebut berperan langsung dalam menjaga stabilitas produksi pertanian sekaligus menyokong target swasembada pangan nasional.

"Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen kami dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 13 Februari.

Selain memacu infrastruktur pengairan, Kementerian PU juga memperkuat urat nadi konektivitas distribusi melalui pelaksanaan Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Penanganan Jalan Daerah.

Pada 2025, realisasi penanganan jalan daerah mencapai 711,02 kilometer (km) beserta jembatan sepanjang 148,42 meter (m).

Untuk 2026, dengan usulan anggaran Rp15 triliun, Kementerian PU membidik peningkatan jalan sepanjang 2.191 km, pembangunan jalan baru 231 km serta jembatan sepanjang 589 m guna menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi hasil tani.

Kementerian PU juga turut andil dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat infrastruktur pendidikan.

Melalui Inpres Nomor 7 Tahun 2025, pemerintah telah merampungkan rehabilitasi 556 unit madrasah dari total 1.420 unit ditangani.

Sementara melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2025, sebanyak 166 unit Sekolah Rakyat rintisan (Tahap I) telah tuntas, disusul 104 unit permanen (Tahap II) masih berproses.

Fokus pembangunan juga diarahkan ke wilayah timur Indonesia melalui Inpres Nomor 14 Tahun 2025 terkait percepatan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam di Papua Selatan.

Capaian pada 2025 di kawasan tersebut meliputi pembangunan jalan dan jembatan sepanjang 20 km, infrastruktur pengendali banjir 21 km serta jaringan irigasi 20 km.

Pembangunan infrastruktur dasar di Wanam difungsikan untuk mendukung ribuan hektare lahan pertanian. Proyek itu merupakan bagian dari desain pengembangan kawasan lumbung pangan menuju target cetak lahan 10.000 ha di Provinsi Papua Selatan.