JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menerima Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin malam, 9 Februari.
Terkait hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo membuka ruang komunikasi dengan semua pihak dan semalam berdiskusi dengan pelaku usaha untuk menyerap masukan ekonomi.
“Beliau mendapatkan banyak masukan, kemudian juga mendapatkan input dari pengusaha yang intinya adalah bagaimana peran sektor swasta, pengusaha dan pemerintah ini harus berjalan beriringan. Indonesia incorporated,” kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Februari.
Namun Prasetyo tidak merinci daftar usulan itu. Saat ditanya apakah ada usulan-usulan spesifik, ia hanya menjawab, “Banyak lah.”
Prasetyo menyebut fokus pembahasan mengarah pada sektor-sektor padat karya. Ia menyinggung kebutuhan memperkuat daya saing industri yang selama ini menjadi tulang punggung serapan tenaga kerja, seperti tekstil, garmen, dan sepatu.
BACA JUGA:
“Bagaimana mengembangkan sektor-sektor padat karya. Bagaimana kita lebih kompetitif… industri tekstil, industri garment, industri sepatu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pesan bahwa pasar domestik tidak cukup menjadi sandaran. Menurut Prasetyo, pemerintah dan pengusaha diminta menyatukan persepsi agar Indonesia berani bertarung di level global.
“Kita harus juga berpikir untuk berkompetisi di tingkat global. Karena persaingan bisnis kita tidak bisa hanya mengandalkan market di dalam negeri,” kata dia. Prasetyo menambahkan,
sejumlah negara lain disebut sudah mengambil “pangsa-pangsa” yang semestinya bisa menjadi keunggulan kompetitif Indonesia.