Bagikan:

JAKARTA - PT Pertamina EP (PEP) berhasil menggagalkan upaya pencurian minyak mentah di wilayah kerja PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field.

Senior Manager Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengatakan, temuan truk bertangki modifikasi di dekat sumur produksi mengindikasikan adanya praktik pengambilan minyak ilegal yang dilakukan secara terencana.

"Peristiwa ini terungkap di sekitar SP 1 TTB. Tim Security PEP Prabumulih Field bersama Tim Pengamanan Tertutup (PAMTUP) Zona 4 menemukan sebuah truk terperosok di jalan belakang SP 1 TTB menuju Sumur 49, Sabtu, 31 Januari sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Luthfi, Rabu, 4 Februari.

Dia menambahkan, truk tersebut menggunakan tangki khusus yang tidak lazim untuk kendaraan angkutan biasa.

Pemeriksaan awal menunjukkan truk itu mengangkut sekitar 10 ton minyak mentah yang diduga berasal dari sumur migas di sekitar lokasi. Volume muatan dan penggunaan tangki modifikasi menunjukkan bahwa pengangkutan tersebut tidak dilakukan secara spontan.

Menindaklanjuti temuan itu, PEP Prabumulih Field segera berkoordinasi dengan Polsek Lembak untuk penanganan hukum dan pengembangan kasus. Selama olah tempat kejadian perkara, pengamanan diperketat dan pengecekan dilakukan terhadap sumur-sumur di sekitar lokasi untuk menelusuri kemungkinan adanya aktivitas serupa.

"Koordinasi dengan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam pengamanan wilayah operasi migas. Kami mengapresiasi dukungan Polsek Lembak dalam penanganan kejadian ini,” sambung dia.

Minyak mentah yang ditemukan diamankan sebagai barang bukti dan dititipkan di Pusat Pengumpul Produksi Prabumulih.

Truk diamankan kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Luthfi menegaskan keberhasilan penggagalan pencurian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga objek vital nasional demi keberlanjutan pasokan energi,” tandas Luthfi.