Bagikan:

JAKARTA - KEK Industropolis Batang terus menegaskan posisinya sebagai kawasan strategis nasional yang tumbuh dinamis, dipercaya investor, dan berorientasi masa depan. Hingga awal 2026, kawasan ini mencatat capaian positif dalam penyerapan lahan, mencerminkan optimisme pasar terhadap iklim investasi dan prospek industri nasional.

Fase 1 KEK Industropolis Batang seluas 450 hektare telah terserap sepenuhnya, sementara Fase 2 seluas 400 hektare telah terserap sekitar 95 persen. Adapun sisa lahan seluas ±1.950 hektare saat ini tengah memasuki tahap pengembangan lanjutan, membuka ruang baru bagi masuknya investasi berkualitas di masa mendatang.

Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan investor terhadap kawasan.

“Capaian penyerapan lahan ini merupakan refleksi kepercayaan investor terhadap KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri masa depan. Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga ekosistem industri yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berdaya saing global,” ujar Burhan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 27 Januari.

Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan potret sebuah kawasan yang hidup.sebuah ekosistem yang dirancang untuk tumbuh bersama industri, tenaga kerja, dan masyarakat sekitarnya.

Saat ini, KEK Industropolis Batang telah menaungi sembilan tenant industri yang telah beroperasi, antara lain PT KCC Glass Indonesia, PT Yih Quan Footwear Indonesia, PT Samator Indogass, PT Sumber Graha Sejahtera, PT SEG Solar, PT Window Shutter Indonesia, PT Rumah Keramik Indonesia, PT Unipack Plasindo, dan PT Wavin Manufacturing Indonesia, serta satu tenant lainnya yang tengah memasuki tahap operasional penuh.

Selain itu, KEK Industropolis Batang juga menaungi sembilan tenant dalam skema BPSP (Bangun Pabrik Siap Pakai), yaitu Bromindo Mekar Mitra, Sinar Trans Global, Anggrek Jingga, GPI Logistic, Daho PNC Indonesia, XRL Travel Indonesia, Nesinak Manufacturing Indonesia, Ace Medical Products Indonesia, serta Crescere Trading Indonesia.

Di sisi lain, sebanyak 14 tenant saat ini berada dalam tahap konstruksi, yang mencakup berbagai sektor strategis seperti industri grinding ball, makanan dan pengolahan makanan, garmen, alat kesehatan, peralatan dokter gigi, industri slat laboratorium, serta farmasi dan kedokteran. Keberagaman sektor ini mencerminkan kekuatan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri multiguna yang adaptif terhadap kebutuhan pasar global.

Tak hanya sebagai kawasan industri, KEK Industropolis Batang juga berkembang sebagai kawasan terpadu yang ramah bagi pekerja dan pengunjung. Di kawasan hunian dan rusun, telah hadir berbagai tenant komersial khususnya di sektor kuliner dan layanan, seperti Locarasa, San Bao, dan 25/7, serta sejumlah kafe dan fasilitas penunjang lainnya.

Sejalan dengan penetapan KEK Industropolis Batang yang mencakup sektor pariwisata, kawasan ini juga mulai mengembangkan potensi wisata sebagai bagian dari konsep kawasan terintegrasi.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui audiensi dengan Menteri Pariwisata Republik Indonesia pada 22 Januari 2026, yang membahas arah pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai destinasi pariwisata baru berkelas dunia, yang terintegrasi dengan kawasan industri, berwawasan hijau, dan berkelanjutan.

Pengembangan sektor pariwisata ini diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap kawasan industri, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi baru yang memperkuat daya tarik investasi serta memperluas manfaat kawasan bagi masyarakat.

M. Burhan Murtaki menambahkan bahwa pertumbuhan kawasan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Pertumbuhan KEK Industropolis Batang tidak lepas dari sinergi pemerintah, investor, dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara inklusif serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi regional dan nasional,” tambahnya.

Lebih dari sekadar membangun kawasan industri, KEK Industropolis Batang membangun harapan tentang industri yang ramah lingkungan, tenaga kerja yang berdaya saing, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, KEK Industropolis Batang optimistis melangkah ke masa depan sebagai motor penggerak industri dan pariwisata Jawa Tengah serta Indonesia.