JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan peningkatan kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 727 MW sepanjang tahun 2025. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 672 MW.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk., Edwil Suzandi, menjelaskan peningkatan kapasitas ini didukung oleh PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) yang resmi beroperasi pada akhir Juni 2025.
"Pencapaian sepanjang 2025 menjadi pondasi penting bagi PGE untuk mempercepat pengembangan panas bumi. Kami berkomitmen memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan nilai lebih bagi Indonesia dalam perjalanan menuju transisi energi," ujar Edwil, Sabtu, 17 Januari.
Di luar pencapaian kapasitas tersebut, PGE juga memperluas kontribusinya terhadap agenda swasembada energi nasional melalui penguatan sinergi dan pengembangan proyek strategis.
Pada Agustus, PGE menandatanganiHeads of Agreement(HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi Danantara Indonesia untuk pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 530 MW.
BACA JUGA:
Sejalan dengan itu, empat proyek PGE juga terpilih untuk masuk dalamBlue BookBappenas 2025-2029, yang membuka peluang dukungan pembiayaan internasional hingga 613 juta dolar AS
"Guna memperluas manfaat panas bumi di luar sektor kelistrikan, PGE meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Agustus lalu," kata dia.
Inisiatif ini, lanjut Edwil, menjadi langkah awal PGE dalam membangun ekosistemgreen hydrogensecara terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatan, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju industri rendah karbon.
Selain pengembangangreenhydrogen, PGE juga mulai merintis pengembangangreen data centerberbasis energi panas bumi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman danFramework Agreementbersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan infrastruktur digital berbasis energi panas bumi yang lebih berkelanjutan.
Edwil juga menyebut, PGE kini tengah menggarap berbagai proyek strategis dengan targetcommercial operation date(COD) bertahap hingga 2029, yang meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lahendong Unit 7, Unit 8, danBottoming Unit 2, serta eksplorasi PLTP Gunung Tiga.
"Seluruh portofolio proyek ini mendukung target kapasitas 1 GW dalam 2–3 tahun dan 1,8 GW pada 2033, sekaligus memperkuat peran PGE dalam mendukung swasembada energi nasional dan targetNet Zero Emission2060," tandas dia.