Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah akan memperluas program cetak sawah di sejumlah kabupaten di Papua. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pasokan pangan serta menekan ketergantungan dari luar daerah.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bilang program cetak sawah di wilayah Papua ini akan menyasar sejumlah kabupaten-kabupaten, sehingga tidak lagi terpusat di satu titik.

Bahkan, Sudaryono mengungkapkan pembahasan program perluasan sawah ini juga telah melibatkan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah memperkuat produksi pangan lokal untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Papua.

“Kementan sekarang sudah mulai kita cetak sawah di Papua. Di kabupaten-kabupaten di Papua. Jadi sudah beberapa bupati, kita ada rapat semua Papua kan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan dan lain-lain itu semua, kumpul dan kita fokus untuk pemenuhan pangan di tanah Papua,” katanya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin, 12 Januari.

Sudaryono mengatakan pengembangan cetak sawah juga dilakukan berdasarkan usulan dari masing-masing pemerintah daerah. Kata dia, luasan lahan juga bervariasi dan akan menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan tiap kabupaten.

“Ada kabupaten yang mengusulkan 3.000 hektare, ada yang 5.000 hektare, bahkan hingga 10.000 hektare. Itu mengikuti usulan dari pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Di samping itu, Sudaryono bilang harga pangan yang terbilang tinggi di wilayah Papua disebabkan oleh ongkos distribusi yang mahal.

“Mahal itu kan bukan karena ada orang mahalin, tapi karena memang ada biaya angkutan yang memang, biaya distribusi yang memang biaya-biaya mahal,” ujarnya.

Karena itu, Sudaryono bilang program cetak sawah di Papua menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah yang selama ini bergantung pada pasokan dari pulau lain.

Pada 2025, sambung Sudaryono, program cetak sawah telah berjalan di Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Memang yang terdengar nyaring itu kan adalah di Merauke, tapi sebetulnya kan Merauke adalah satu bagian yang besar, tapi kita juga ada pemenuhan bagaimana kabupaten-kabupaten, daerah-daerah yang susah pangan itu yang harus diangkut dari pulau lain, itu bisa memenuhi kebutuhan pangan, itu kan penting,” tuturnya.