Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) atau HK bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) lewat skema Kerja Sama Operasi (KSO) memulai pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Yogyakarta.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pembangunan gedung Central Medical Unit RSUP Dr Sardjito merupakan bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan nasional. Bertujuan memastikan pelayanan kesehatan semakin mudah diakses, berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.

"Salah satu pilar penting dalam transformasi tersebut adalah penguatan infrastruktur sarana dan prasarana rumah sakit," ujar Budi dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 9 Januari.

Pembangunan Gedung CMU dilakukan di kawasan RSUP Dr. Sardjito dengan rencana bangunan terdiri dari dua lantai basement dan 13 lantai utama serta target penyelesaian pada akhir 2027.

Bangunan tersebut memiliki luas total 55.574 meter persegi dan disusun melalui desain stacking vertikal 14 lantai untuk memastikan konektivitas antar ruang, mempercepat alur layanan pasien serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan rujukan nasional di RSUP Dr. Sardjito.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, pembangunan Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan masa depan unggul, adil dan berorientasi pada kemanusiaan.

"Gedung ini diharapkan menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi Yogyakarta, wilayah selatan Jawa hingga nasional, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat," katanya.

Gedung CMU akan memperkuat layanan perawatan kritikal melalui fasilitas ICU, HCU, ruang observasi hingga unit resusitasi.

Fasilitas layanan bedah diperkuat melalui 21 ruang operasi mayor dan enam ruang operasi minor terintegrasi dengan area pre-operasi dan post-operasi.

Pada sisi diagnostik, gedung tersebut dilengkapi berbagai layanan radiologi, seperti CT-Scan, MRI 3 Tesla, X-Ray, CT Spectral photon-counting dan fluoroskopi serta didukung laboratorium terpadu mencakup Lab UPTD, Lab Terpadu, Lab BGSi dan fasilitas patologi anatomi serta molekuler.

Dalam pelaksanaannya, Hutama–Wika KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis ISO 19650. Termasuk prinsip lean construction untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam setiap tahap pekerjaan.

Pendekatan itu memastikan perencanaan, pelaksanaan dan hasil akhir proyek sesuai dengan standar kualitas dan keselamatan yang ditetapkan.

Pasalnya, pekerjaan dilakukan di lingkungan rumah sakit yang tetap beroperasi, penerapan sistem keselamatan, pengaturan arus kendaraan internal serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit menjadi prioritas utama.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menargetkan, pembangunan rumah sakit itu bisa rampung pada 2027 mendatang.

Dengan porsi KSO HK 70 persen dan WIKA 30 persen, Mardiansyah menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek dengan tepat mutu, tepat waktu serta mengedepankan aspek keselamatan.

Lantaran pekerjaan dilaksanakan di kawasan rumah sakit tetap beroperasi.

"Kami juga memastikan pengendalian QHSSE serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan selama masa konstruksi," imbuhnya.