Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merencanakan penguatan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat atau Padat Karya Tunai (PKT) melalui sejumlah program strategis.

Mengutip informasi yang dibagikan Kementerian PU di akun Instagram resminya @kementerianpu, Senin, 29 Desember, rencana infrastruktur berbasis masyarakat itu mencakup bidang sumber daya air dan cipta karya.

Untuk bidang sumber daya air, Kementerian PU berencana merealisasikan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di 12.000 lokasi. Angka itu pun meningkat 50 persen dibandingkan tahun 2025.

Sementara untuk bidang cipta karya, Kementerian PU berencana merealisasikan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di 600 lokasi.

Lalu, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 470 lokasi.

Berikutnya, Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di 1.000 lokasi serta Program Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle di 80 lokasi.

Angka tersebut naik 100 persen dibandingkan tahun 2025.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Program Padat Karya Tunai merupakan strategi pembangunan yang tidak hanya menghasilkan output fisik, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja.

"Program ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat," katanya.