JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim harga cabai secara nasional mulai melandai.
Kata Amran, kenaikan harga cabai pasaran beberapa waktu belakangan ini, dipengaruhi musim penghujan yang membuat intensitas petikan petani cabai tidak sama seperti kondisi normal. Ia pun optimistis harga komoditas cabai akan membaik.
“Cabai, kemarin yang aku pantau itu cukup baik, bahkan turun. Tetapi ini kami kira karena ada bencana, hujan, kalau cabai naik sedikit masih wajar,” kata Amran dalam keterangan resmi, Selasa, 23 Desember.
Kata Amran, tren melandainya harga cabai ini dapat dilihat melalui Panel Harga Pangan yang dikelola Bapanas. Per 21 Desember, semua jenis cabai yang ada dalam monitor Panel Harga Pangan mengalami penurunan harga dibandingkan seminggu sebelumnya di rentang 6 sampai 7 persen.
Untuk cabai merah keriting, rerata harga secara nasional di 21 Desember berada di Rp55.734 per kilogram (kg). Turun 7,82 persen dibandingkan kondisi harga pada seminggu sebelumnya yang masih berada di Rp60.461 per kg.
Sementara, untuk cabai rawit merah per 21 Desember berada di rerata harga Rp66.713 per kg. Turun 6,03 persen dibandingkan seminggu sebelumnya yang masih bercokol di Rp70.996 per kg.
Untuk cabai merah besar, rerata harga secara nasional per 21 Desember berada di Rp49.847 per kg. Sudah menurun cukup signifikan sebesar 7,61 persen dibandingkan seminggu sebelumnya yang saat itu masih berada di Rp52.554 per kg.
Kata Amran, mulai melandainya harga percabaian ini salah satunya merupakan dampak upaya pemerintah menjaga distribusi dari daerah-daerah sentra produksi cabai, termasuk daerah terdampak bencana alam.
Sebagaimana diketahui, salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah yakni melakukan pengangkutan hasil-hasil panen cabai petani Aceh ke Jakarta dengan memanfaatkan armada udara yang membawa logistik bantuan.
“Petani kita, termasuk cabai, tidak boleh rugi. Mereka harus kita bantu. Hasil jerih payah mereka harus terdistribusikan dengan baik ke daerah konsumen yang membutuhkan pasokan, seperti Jakarta. Ini telah kami lakukan,” ujar Amran.
Amran bilang kesiapan produksi cabai dalam negeri tersebut sejalan dengan Proyeksi Neraca Pangan yang Bapanas susun per Desember 2025.
BACA JUGA:
Untuk cabai besar, produksi bulanannya diestimasikan meningkat 22,3 persen di Desember dibandingkan November.
“Cabai besar di Desember dapat mencapai produksi 127.800 ton, sementara November 104.500 ton,” ujarnya.
Sementara, sambung Amran, untuk produksi cabai rawit di Desember 2025 ini diperkirakan dapat mencapai 108.600 ton. Sedangkan, kebutuhan konsumsi cabai rawit bulanan secara nasional untuk cabai besar dan cabai rawit merah berada di kisaran 76.000 sampai 78.000 ton.
“Dengan begitu, produksi bulanan masih cukup memenuhi kebutuhan konsumsi,” katanya.
Selain itu, stok cabai besar dan cabai rawit secara nasional sampai akhir tahun 2025 ini juga masih dalam level yang mencukupi.
Untuk cabai besar diestimasikan stok sampai akhir tahun di 63.400 ton.
Sementara stok sampai akhir tahun cabai rawit berada di kisaran 49.300 ton.