Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan, realisasi serapan Tahun Anggaran (TA) 2025 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mencapai 76,11 persen hingga 18 Desember 2025.

Artinya, di sisa waktu yang ada ini, Kementerian PU harus mengebut penyerapan TA 2025 hingga target 96,77 persen.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida dalam media briefing Kesiapsiagaan Infrastruktur Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Auditorium Kementerian PU, Jakarta, Kamis, 18 Desember.

"Jadi, progres (realisasi anggaran) sampai 18 Desember pukul 12.00 dari pagu efektif kami Rp111,73 triliun, progres fisik 78,94 persen dan progres keuangan 76,11 persen," ujar Wida.

Meski masih jauh dari target yang ditentukan, Wida mengaku optimistis, pihaknya bisa mencapai realisasi anggaran yang telah ditargetkan.

"Jadi, kami masih optimistis. Teman-teman Direktorat Jenderal ini masih optimistis untuk bisa menyerap sesuai target prognosis 96 persen," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan, realisasi anggaran untuk Tahun Anggaran (TA) 2025 baru mencapai 56,53 persen hingga November 2025. Padahal, Kementerian PU sebelumnya menargetkan serapan TA 2025 mencapai 89,03 persen pada akhir 2025.

"Adapun realisasi anggaran per pagi ini, 17 November 2025 jam 08.00 pagi progres fisik mencapai 61,54 persen, sedangkan progres keuangan mencapai 59,06 persen atau terserap sebesar Rp64,86 triliun dari total anggaran Rp109,81 triliun," ujar Dody dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 17 November

Secara lebih rinci, anggaran tersebut mencakup Sekretariat Jenderal yang sudah terserap sebesar 71,96 persen; Inspektorat Jenderal 71,44 persen; Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air 57,9 persen; Ditjen Bina Marga sebesar 65 persen; Ditjen Cipta Karya sebesar 61,7 persen; Ditjen Prasarana Strategis 19,98 persen; Ditjen Bina Konstruksi 72,61 persen; Ditjen Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) 68,57 persen; Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) 52,55 persen dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) sebesar 76,19 persen.

Menurut Dody, adanya penambahan anggaran untuk pelaksanaan pembangunan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) pada semester II-2025 mempengaruhi capaian realisasi anggaran.

Namun, pihaknya optimistis dapat mengejar realisasi anggaran tersebut hingga Desember 2025.

"Kami laporkan penambahan anggaran untuk pelaksanaan Inpres pada semester II turut mempengaruhi capaian realisasi keuangan. Meskipun demikian, kami masih optimistis prognosis keuangan Kementerian PU diproyeksikan mencapai 96,77 persen pada akhir tahun," katanya.