JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau mencatat penjualan tiket diskon tarif kereta api periode masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) baru terjual 652.310 tiket atau setara dengan 43 persen dari total kapasitas yang disediakan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, pada masa Nataru ini, KAI juga memberikan diskon tarif 30 persen yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan untuk program tersebut.
“Hingga 17 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tiket diskon yang telah terjual mencapai 652.310 tiket atau 43 persen dari total kapasitas yang tersedia untuk kereta api ekonomi komersial,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Rabu, 17 Desember.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengajak masyarakat memanfaatkan diskon tarif transportasi selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kebijakan ini diharapkan dapat menekan beban biaya perjalanan sekaligus membantu pengaturan arus mobilitas.
“Kami kembali mengajak masyarakat untuk memanfaatkan periode diskon ini dengan sebaik-baiknya, sekaligus tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban selama perjalanan,” kata Dudy dalam keterangan resmi, Senin, 15 Desember.
Dudy mengatakan, kebijakan diskon tarif Nataru merupakan tindak lanjut langsung arahan Presiden Prabowo Subianto guna meringankan beban biaya perjalanan masyarakat menjelang libur akhir tahun.
Lebih lanjut, Dudy bilang diskon tarif transportasi telah resmi diberlakukan sejak 21 November 2025. Pemberlakuan ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki ruang perencanaan perjalanan yang lebih matang, terukur, serta tidak terfokus pada periode puncak arus liburan.
“Arahan Presiden jelas, negara harus hadir memastikan mobilitas masyarakat tetap terjangkau dan berjalan lancar pada momen libur akhir tahun. Karena itu, diskon tarif transportasi kami berlakukan lebih awal agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan tidak menumpuk di satu waktu,” katanya.
Kebijakan diskon ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban biaya perjalanan, sambung Budi, tetapi juga menjadi instrumen pengelolaan arus pergerakan masyarakat agar lebih merata.
Menurut dia, keterjangkauan tarif harus berjalan seiring dengan pengaturan mobilitas yang aman dan tertib.
“Kami ingin masyarakat bepergian dengan biaya yang lebih ringan, tetapi tetap selamat dan nyaman. Insentif tarif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mengelola arus Nataru agar tidak terjadi penumpukan dan layanan tetap optimal,” ucapnya.
BACA JUGA:
Adapun insentif diskon untuk mendukung pemerataan arus perjalanan selama Nataru 2025/2026 antara lain diskon 30 persen untuk kereta api non-PSO dengan periode perjalanan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Pada sektor transportasi laut, tarif kapal Pelni mendapatkan diskon 20 persen untuk perjalanan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Sementara itu, tiket pesawat udara memperoleh diskon sekitar 13 hingga 14 persen dengan periode pembelian mulai 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026 dan periode penerbangan 22 Desember 2025 sampai dengan 10 Januari 2026.
Pemerintah juga memberikan diskon tarif jasa kepelabuhanan untuk layanan penyeberangan.