JAKARTA - Pemerintah memastikan seluruh utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) para petani terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) akan dihapus.
Kebijakan ini dilakukan untuk meringankan beban petani yang terdampak bencana.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, besaran pemutihan KUR saat ini masih dalam proses pengecekan.
"(Besaran pemutihan KUR Petani). Nanti kita akan kita cek angkanya," ujarnya kepada awak media, Kamis, 11 Desember.
Meskipun total nilai pemutihan KUR Petani sudah diketahui, Airlangga mengatakan regulasi terkait tersebut belum disusun sehingga realisasinya menunggu peraturan resmi.
"Sudah ada, tapi nanti karena regulasinya belum dibuat," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan bilang penghapusan utang KUR petani petani menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto dan langkah ini diambil untuk meringankan beban petani terdampak bencana.
Saat ini, kata dia, pemerintah masih melakukan pendataan sehingga belum dapat diketahui berapa besaran nilai KUR yang akan dihapus.
“Bencana alam itu tentu semua yang utang-piutang pinjaman hapus ya karena bencana alam, terutama Bapak Presiden begitu besar perhatiannya terhadap pertanian,” katanya dalam acara BIG Conference 2025 di Jakarta, Senin, 8 Desember.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini bilang presiden tidak hanya menghapus KUR tetapi juga memperbaiki infrastruktur pertanian yang terdampak. Baik irigasi maupun bendungan.
“Bahwa irigasi akan diperbaiki, bendungan akan diperbaiki, dan KUR-KUR pertanian semua akan dihapus,” ujarnya.
BACA JUGA:
Di samping itu, Zulhas juga memastikan pemerintah terus menggelontorkan cadangan pangan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Dua hari yang lalu ya, itu di Sumatra Utara hampir 9.000 ton, di Aceh 5.000 hingga 6.000 ton, di Sumatera Barat kira-kira 6.000 hingga 7.000 ton, dan beberapa juta liter minyak goreng,” katanya.
Zulhas mengaku sudah meminta Perum Bulog agar distribusi pangan ke wilayah terdampak bencana dapat ditingkatkan dua kali lipat.
“Sekarang alhamdulillah sudah mulai lancar, apakah dari di Sumatera Utara, di Aceh, di Sumatera Barat,” ucap Zulhas.