JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah kabar kesepakatan dagang Indonesia-Amerika Serikat (AS) terancam gagal. Dia bilang proses negosiasi masih berjalan.
“Enggak. Semua masih proses negosiasi,” tuturnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu, 10 Desember.
Budi meyakini peluang gagalnya perjanjian dagang dengan AS tidak akan terjadi. Bahkan, dia menargetkan perjanjian dagang akan rampung dalam waktu dekat.
“Enggak, enggak. Kan itu bagian dari proses negosiasi,” ujarnya.
Sekadar informasi, kabar gagalnya kesepakatan dagang antara Indonesia dengan AS terungkap dari pernyataan seorang pejabat AS kepada Reuters.
Kesepakatan dagang itu terancam gagal usai Indonesia menarik kembali beberapa komitmennya yang dibuat kedua pihak pada Juli lalu. Meski begitu, dia tidak menjelaskan lebih rinci komitmen spesifik yang ditarik Indonesia.
Pada pekan lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga sempat menyatakan bahwa Indonesia agak keras kepala dalam kesepakatan dagang. Namun, dia tidak menjelaskan bagaimana alotnya negosiasi dengan Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bilang pemerintah masih menunggu keputusan AS terkait dengan negosiasi tarif yang dikenakan untuk Indonesia.
“Belum, masih nunggu ya. Mudah-mudahan ya, masih nunggu,” ucapnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis, 4 Desember.
Di sisi lain, Budi mengaku optimistis ekspor Indonesia tahun depan dapat tumbuh di tengah tarif resiprokal yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menurut Budi, tarif Trump tidak akan menjadi penghalang pertumbuhan ekspor nasional di tahun depan.
BACA JUGA:
“Oh enggak, enggak (tarif Trump mengganggu ekspor pada 2026). Jadi kami optimis terus. Kan itu udah ada, kita kan bikin 5 tahun, itu yang (pertumbuhan) tahun ini 7,1 persen. Tahun sekian sampai tahun 2029 itu 9 persen,” katanya.
Menurut Budi, proyeksi ekspor yang dipasang tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di angka 8 persen.
“Ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen. Jadi itu kita udah ada hitung-hitungannya, dan kami optimistis. Optimistis tercapai,” ujarnya.