JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, sebanyak 14 jembatan putus akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada pekan lalu.
Putusnya sejumlah jembatan itu menyebabkan akses darat di beberapa titik lumpuh total dan menghambat distribusi logistik serta layanan darurat.
"Begitu jembatan terputus, mobilitas bantuan, layanan publik dan aktivitas ekonomi ikut terhambat," ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resmi, Selasa, 2 Desember.
Data hasil inspeksi lapangan hingga 1 Desember 2025 menunjukkan kerusakan jembatan terjadi akibat debit air sungai tinggi dan kerusakan oprit. Struktur beberapa jembatan juga terseret arus.
Kondisi tersebut dilaporkan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Ditjen Bina Marga Kementerian PU setelah melakukan pemeriksaan langsung di lokasi terdampak.
Adapun beberapa jembatan yang mengalami kerusakan di antaranya, Jembatan Weihni Rongka; Krueng Beutong, Krueng Meureudu; Teupin Mane; Kuta Blang; Jamur Ujung; Lawe Penanggalan, Timang Gajah; Jerata, Pelang, Titi Merah serta tiga lokasi lain masih dalam proses verifikasi tim lapangan.
Dody mengatakan, salah satu jembatan terdampak parah adalah Jembatan Krueng Tingkeum di Jalur Lintas Timur Aceh yang merupakan bagian dari jaringan jalan nasional dan jalur utama antarwilayah.
Beberapa ruas jalan nasional juga terputus, seperti ruas Banda Aceh–Lhokseumawe–Langsa–Aceh Tamiang, Subulussalam–Tapaktuan serta jalur Bireuen–Takengon.
Untuk mendukung penanganan darurat, Kementerian PU telah menurunkan 310 personel gabungan dari bidang Sumber Daya Air, Bina Marga dan Cipta Karya. Mereka mendukung operasi penanganan BNPB sekaligus mempercepat pembukaan akses vital.
BACA JUGA:
"Kami memastikan dukungan peralatan dari balai-balai teknis bisa digerakkan kapanpun diperlukan, termasuk untuk membuka akses dan membantu proses evakuasi," ucapnya.
Dia menambahkan, sejumlah langkah darurat telah dilakukan seperti pemasangan jembatan bailey di titik prioritas, penguatan oprit jembatan, pemasangan bronjong, perlindungan tebing serta pengerahan alat berat untuk membuka jalur tertimbun longsor.
Normalisasi sungai dan pembersihan material besar juga dilakukan untuk mencegah kerusakan lanjutan.
"Konektivitas adalah urat nadi masyarakat. Karena itu, Kementerian PU mengerahkan seluruh sumber daya teknis untuk mempercepat penanganan di Aceh," imbuhnya.