Bagikan:

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menggelontorkan investasi besar senilai Rp20 triliun untuk membangun peternakan nasional. Proyek ini direncanakan mulai berjalan pada tahun depan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria mengatakan pembangunan peternakan ini untuk mendukung program ketahanan pangan dalam negeri.

“Kita membangun ini kan terutama sekali untuk ketahanan pangan ya,” ujarnya saat ditemui di Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, 11 November.

Lebih lanjut, Dony menjelaskan, langkah ini juga selaras dengan kebutuhan penyediaan protein bagi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Apalagi dengan MBG, kita membutuhkan banyak protein ya, dan karena itu pemerintah juga berupaya untuk bagaimana kita swasembada dengan protein-protein ini,” tuturnya.

Dony bilang rencana investasi tersebut akan melibatkan banyak pihak lintas kementerian. Pelaksanaannya juga akan diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

“Danantara tentu saja sebagai korporasi akan mengkaji dengan baik dan akan melaksanakan ini sesuai dengan keadaan korporasi yang baik,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di seluruh Indonesia. Anggaran itu mendukung program Makan Bergizi Nasional (MBG).

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam konferensi pers, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat, 7 November.

Amran bilang pembangunan tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan daging ayam dan telur untuk program MBG terpenuhi.

“Kemudian, peternakan ayam, pedaging, dan telur terintegrasi itu ada anggaran khusus Rp20 triliun. Kita akan buat seluruh Indonesia untuk menyuplai BGN. Kita mensuplai, jangan sampai telur dan ayamnya ke depan shortage atau kekurangan. Jadi kita siapkan dari sekarang,” ujar Amran.

Lebih lanjut, Amran bilang rencananya program tersebut akan mulai berjalan pada Januari tahun depan.

“(Anggaran berasal dari) Danantara. Kemudian insyaallah mudah-mudahan Januari sudah start,” katanya.